Pemerintah Batu Bara Diduga Lakukan Pembangunan Proyek Jalan Asal-Asalan – Hasil Pekerjaan Dikecam Warga
Batu Bara, http://medianuansasinarnews.com- Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan proyek pengerjaan jalan hotmix di kawasan Polsek Indrapura hingga Desa Pematang Kuning, Kecamatan sei sukak, namun hasil pengerjaan jalan yang baru selesai itu menuai kritik dari masyarakat karena diduga dikerjakan secara asal-asalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kualitas aspal yang mudah terkelupas dengan tangan, tidak padat, dan tampak lunak. Aspal yang digunakan terlihat tidak menyatu dengan baik, memunculkan kekhawatiran terkait daya tahan jalan tersebut.
Ketika media mencoba menghubungi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara, Ir. Kurnia, melalui WhatsApp, tidak ada tanggapan yang diberikan. Sikap ini memperkuat dugaan masyarakat bahwa proyek tersebut tidak dikerjakan sesuai standar.

Proyek ini merupakan bagian dari peningkatan ruas jalan Sipare-pare menuju Kampung Lalang, Kecamatan Air Putih/Kec. Sei suka dengan nomor kontrak 01/SP/PK/PPK-DBH/DPUTR-BB/2024. Nilai kontrak sebesar Rp 9,1 miliar dengan masa pengerjaan 150 hari, didanai melalui BDH Sawit. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Gunung Mega Jaya dengan pengawasan dari CV Polo Consultant.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pengerjaan proyek dilakukan pada malam hari dalam kondisi hujan deras. “Mereka tetap bekerja walaupun hujan lebat. Hasilnya ya seperti yang bisa dilihat sekarang. Aspal terlihat lunak dan mudah terkelupas,” ujarnya kepada media.
Begini Tanggapan Korcam Pamdes Pemersatu Ambulance Desa – Kec. Karang Tengah
Kekecewaan masyarakat semakin meningkat mengingat nilai anggaran yang besar namun kualitas jalan justru meragukan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara belum memberikan klarifikasi terkait hal ini.
Masyarakat berharap agar Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan PUPR Sumatra Utara, turun tangan untuk mengevaluasi hasil pengerjaan dan memastikan kualitas jalan sesuai dengan standar yang diharapkan, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
(Samri Sinaga)
