Silaturahmi dan Latihan Bersama Pesilat Maenpo, Teguhkan Regenerasi Pasca Wafatnya Guru Besar.
CIANJUR, http://medianuansasinarnews.com- Sabtu 10 Januari 2026. Maenpo Cikalong, para penggiat dan pelatih Pencak Silat Maenpo yang tergabung dalam Maenpo Centre menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus latihan bersama sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesinambungan warisan budaya Pencak Silat Maenpo.
Maenpo Cikalong Cianjur. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus merumuskan arah masa depan Maenpo pasca wafatnya guru besar Maenpo, almarhum H. Azis Asy’arie yang akrab disapa Uwa Haji Azis. Pencak Silat Maenpo sendiri telah mendapatkan legitimasi sebagai salah satu budaya khas Kabupaten Cianjur oleh Pemerintah Daerah Cianjur, yang tertuang dalam tiga pilar Peraturan Daerah, yakni Ngaos, Mamaos, dan Maenpo.
Baca juga: Mantep Abdul Ghoni Resmi Pimpin Pertina Wonosobo, Targetkan Dua Emas di Porprov 2026
Tiga pilar tersebut menjadi fondasi kultural masyarakat Cianjur yang mengintegrasikan nilai keagamaan, seni, dan bela diri tradisional. Seiring berpulangnya Uwa Haji Azis, para pelatih dan penggiat Maenpo merasa perlu untuk segera berkumpul dan bermusyawarah. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu 10 Januari 2026 bertempat di Jalan Babakan Jeruk1 Terusan Pasteur, Kota Bandung.

Dalam suasana kekeluargaan dan penuh semangat kebersamaan, para pesilat membahas berbagai persoalan strategis, mulai dari regenerasi pelatih, sistem pelatihan, hingga penguatan kelembagaan Maenpo agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Senior pelatih Maenpo, Dani Ramdani, yang akrab disapa Kang Dani, menyampaikan bahwa saat ini pusat pelatihan Maenpo telah dipusatkan di Padepokan Maenpo Cikalong yang beralamat di Jl. KH. Hasyim Ashari No.65, Waru Jajar Solokpandan, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Baca juga: Polres Kebumen Gelar Panen Raya Jagung di Tanggulangin Klirong
“Padepokan Maenpo Cikalong kini menjadi sentra pembinaan dan pelatihan Maenpo. Ini merupakan ikhtiar bersama agar ajaran, teknik, serta nilai-nilai luhur Maenpo yang diwariskan para sesepuh, khususnya almarhum Uwa Haji Azis, tetap terjaga dan diteruskan kepada generasi selanjutnya,” ujar Kang Dani. Sabtu (10/01/2026)
Ia menambahkan, Maenpo bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga sarana pembentukan karakter, etika, dan jati diri masyarakat Cianjur. Oleh karena itu, keberlanjutan Maenpo merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya para pelatih dan pesilat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan silaturahmi dan latihan bersama ini, para penggiat Maenpo berharap terbangun kembali semangat kolektif untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan Maenpo sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Cianjur, sejalan dengan semangat Ngaos, Mamaos, dan Maenpo yang telah diwariskan para leluhur.
Red-
