Kebakaran Permukiman Padat di Kampung Pasekon Cipanas Cianjur, Belasan Rumah Dilaporkan Hangus
Cianjur, http://medianuansasinarnews.com- Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Pasekon RT 03/RW 17, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (28/03/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 11 rumah warga yang berada di kawasan padat penduduk. Kobaran api dengan cepat membesar karena jarak antar bangunan yang berdekatan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api secara manual sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Menurut keterangan warga, kebakaran pertama kali diketahui setelah sebagian masyarakat selesai melaksanakan salat subuh. Api yang tiba-tiba membesar membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang milik mereka dari dalam rumah.
Salah seorang warga terdampak, yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut saat mengetahui rumah di sekitar tempat tinggalnya mulai dilalap api. “Api tiba-tiba sudah membesar, kami semua panik. Warga berusaha memadamkan dengan alat seadanya sambil menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan. Tapi karena rumah-rumah berdempetan, api cepat sekali merambat,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang. Sementara itu, terkait korban dalam peristiwa kebakaran tersebut, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun korban luka. Namun demikian, kerugian materi diperkirakan cukup besar karena sejumlah rumah warga dilaporkan hangus terbakar.
Pihak Polsek Pacet, Pemerintah Desa Cipanas, serta petugas pemadam kebakaran hingga kini juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kronologi lengkap, penyebab kebakaran, maupun total rumah yang terdampak secara pasti. Aparat bersama unsur terkait masih melakukan pendataan serta penanganan di lokasi kejadian.
Peristiwa kebakaran di kawasan permukiman padat ini menjadi perhatian warga setempat. Masyarakat berharap adanya penanganan cepat serta bantuan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
(Iyus Y)
