Dapur MBG Terusan Mendadak Viral Di Media Sosial, Kepala Pengelolaan MBG M.Arindo Angkat Bicara.
Muratara. http://medianuansasinarnews.com-
Sebuah unggahan di media sosial Facebook milik YA (bukan nama sebenarnya) menjadi viral setelah mengaku menemukan susu tidak layak dikonsumsi dari program makan bergizi gratis, Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Jum’at (17/07/2026).

Dalam postingannya, warga tersebut menuliskan kekhawatirannya karena anaknya hampir mengonsumsi susu tersebut.
“Untung anak bujang saya belum minum susu itu, Susu MBG yang didalamnya ada belatung, Tengoklah sendiri, Sebagian keponakan saya keracunan, Waspada, pastikan kasih bahan makanan ke anak-anak itu layak dikonsumsi, Untung juga anak gadis saya tidak minum susu itu, Kalau tidak, pihak mana yang bakal dituntut, Peringatan untuk pihak sekolah dan dapur MBG, pastikan makanan itu layak dikonsumsi anak-anak,” tulisnya.
Program Makan Bergizi Gratis adalah program pemerintah pusat untuk pemenuhan gizi anak sekolah. Aspek keamanan pangan, kebersihan produksi, dan distribusi menjadi indikator utama keberhasilan program ini.Setelah viralnya unggahan tersebut, warganet mendesak agar dilakukan pengecekan, audit, dan uji laboratorium terhadap dapur MBG serta susu yang didistribusikan di wilayah Muratara, dikutip dari media Lbs.nesw
Diwaktu yang berbeda, Kepala Sekolah SDN l Sukamenang membenarkan adanya peserta didik mereka yang dilarikan ke Puskesmas setelah mengkonsumsi susu kemasan yang didapat dari program makan bergizi gratis.
“Memang benar yang viral itu sekolah kami dan ada siswa sekolah kita mengalami mual seperti gejala keracunan, terus dilarikan ke Puskesmas karang jaya setelah minum susu dari MBG”,ucap kepsek Nurcahya Prasetya, S.Pd sewaktu dikonfirmasi awak media MNS.

Lanjutnya, para siswa tersebut sudah dibawa ke Puskesmas setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan mereka sekarang sudah diperbolehkan pulang kerumah didampingi pihak sekolah bersama pengelolah dapur MBG Terusan, ucap kepsek.
Ka.SPPG. MBG Terusan, Arindo yang diwakili salah satu pegawai MBG juga membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa saat ini kepala MBG sedang tidak ada ditempat, sewaktu wawancara awak media di ruangan umum MBG Terusan.
“ya memang SDN l Sukamenang ada kejadian 4 orang anak kelas 5 dan kelas 6 kita bawa ke Puskesmas karena mereka merasa mual-mual setelah minum susu yang kami kirim ke sekolah mereka”, ucapnya.
Terusnya, untuk sementara ini keempat peserta didik sudah kita lakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas juga sudah diperbolehkan pulang dan kami tetap akan melakukan pengawasan kedelapan guna memastikan kondisi kesehatan mereka.Kepala dapur MBG Terusan, M.Arindo menyampaikan bahwa tidak ada temuan belatung (ulat) didalam susu kemasan tersebut seperti berita viral yang sempat beredar.
“Sejak viralnya dimedia sosial Facebook dan beredar nya berita di media online dengan peristiwa susu kemasan tidak layak konsumsi pihak sppg dapur MBG terusan sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah SDN l Sukamenang”, ucapnya kepada awak media sewaktu dikonfirmasi melalui WA.
Tambahnya, kami nyatakan tidak ada susu kemasan yang berulat seperti yang viral media sosial Facebook, yang kita temukan susunya mengental juga berbusa, tegas M.Arindo.
Alhamdulillah semua peserta didik yang kita bawah ke puskesmas sudah diperbolehkan pulang dan kami juga telah melakukan kunjungan kedua kalinya ke kediaman siswa tersebut dinyatakan sehat walafiat serta urusan pihak keluarga dinyatakan selesai,tutup M.Arindo.
(Somad Aryadi)
