Puskesmas Cijulang Dorong Pembangunan Taman Kaswari untuk Dukung Pemulihan ODGJ agar Mandiri dan Produktif
PANGANDARAN — NUANSA SINAR NEWS — Puskesmas Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mendorong adanya pembangunan Taman Kaswari sebagai salah satu sarana pendukung dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), khususnya untuk membantu proses pemulihan pasien agar mampu kembali mandiri dan produktif di tengah masyarakat.
Perawat Penanggung Jawab Kaswari Puskesmas Cijulang, Rio Aulia Mubarok, S.Kep., Ners, mengatakan penanganan gangguan jiwa tidak cukup hanya melalui pemberian obat dan pelayanan kesehatan. Menurutnya, aspek sosial, ekonomi, psikologis, keluarga hingga lingkungan tempat tinggal pasien juga perlu mendapat perhatian.
“Kaswari merupakan salah satu komunitas yang muncul sejak 2019 terkait penanganan ODGJ. Dari tahun ke tahun, persoalan kesehatan jiwa semakin membutuhkan perhatian bersama. Penanganannya bukan hanya dari sisi kesehatan dengan obat-obatan, tetapi juga aktivitas sosial, ekonomi, psikologi, serta kondisi lingkungan pasien,” ujar Rio saat ditemui di ruang kerjanya di Puskesmas Cijulang.
Ia menjelaskan, sebagian pasien mengalami gangguan jiwa dalam jangka panjang sehingga membutuhkan pengobatan dan pendampingan secara berkelanjutan. Melalui Komunitas Kaswari, pasien tidak hanya diarahkan untuk menjalani pengobatan, tetapi juga diberikan pendampingan agar dapat kembali melakukan aktivitas produktif sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki sebelum mengalami gangguan kesehatan.
“Harapannya mereka bisa kembali produktif sesuai basic atau kemampuan yang dimiliki sebelum sakit, sehingga secara bertahap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memiliki kemandirian,” jelasnya.
Menurut Rio, faktor ekonomi juga menjadi salah satu persoalan yang kerap berkaitan dengan kondisi pasien. Karena itu, penanganan ODGJ membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar pasien tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga dukungan sosial dan ekonomi.
Terbatasnya Fasilitas Menjadi Kendala
Dalam pelaksanaan pelayanan, Puskesmas Cijulang masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Salah satunya terkait ketersediaan obat tertentu yang dibutuhkan pasien sehingga dalam kondisi tertentu pasien harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit.
“Masih ada pasien yang pengobatannya tidak bisa dilakukan di Puskesmas karena obat yang dibutuhkan tidak tersedia. Sehingga pasien harus dirujuk terlebih dahulu ke rumah sakit terdekat,” ungkap Rio.
Selain persoalan obat, keterbatasan sarana juga menjadi perhatian. Saat ini kegiatan penanganan dan pendampingan pasien masih memanfaatkan aula yang memiliki keterbatasan ruang.
Karena itu, keberadaan Taman Kaswari dinilai penting sebagai ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan pendampingan, interaksi sosial dan aktivitas positif pasien.
“Kami berharap adanya Taman Kaswari agar dalam menangani pasien bisa dilakukan di ruang terbuka. Mereka dapat berkumpul bersama pasien lainnya, melakukan aktivitas positif sambil mendapatkan suasana lingkungan yang lebih nyaman dan udara segar,” katanya.
Perlu Dukungan Lintas Sektor
Rio menegaskan, penanganan kesehatan jiwa tidak dapat dilakukan oleh Puskesmas seorang diri. Dukungan lintas sektor, keluarga, pemerintah desa, kader serta unsur terkait lainnya sangat dibutuhkan untuk memastikan pasien mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.
Puskesmas Cijulang sendiri telah membentuk tim yang melibatkan unsur kesehatan jiwa dari Puskesmas dan desa. Selain itu, keluarga turut dilibatkan melalui Pengawas Minum Obat (PMO), sedangkan kader berperan membantu melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien.
“Untuk mengantisipasi dan memantau pasien yang ditangani, kami membentuk Satgas Tim Kesehatan Jiwa dari Puskesmas, tim kesehatan jiwa dari desa, Pengawas Minum Obat dari pihak keluarga, termasuk kader untuk melakukan pemantauan. Koordinasi terus dilakukan agar kondisi pasien tetap terkendali,” jelas Rio.
Untuk pasien yang berasal dari luar wilayah kerja, pihak Puskesmas juga melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD), Satpol PP serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sesuai kebutuhan penanganan.
Berharap Ada Dokter Spesialis Jiwa dan Rumah Singgah
Selain pembangunan Taman Kaswari, Puskesmas Cijulang juga berharap adanya penguatan layanan kesehatan jiwa di tingkat daerah.
Di antaranya dengan tersedianya dokter spesialis jiwa di RSUD Pandega, ruang rawat inap khusus bagi pasien ODGJ, serta keberadaan rumah singgah yang dapat dikelola pemerintah maupun pihak swasta dengan tetap mengacu pada ketentuan dan standar pelayanan kesehatan.
Kepala UPTD Puskesmas Cijulang, Dadang Saripudin, S.Kep., Ners, bersama Perawat Penanggung Jawab Kaswari, Rio Aulia Mubarok, S.Kep., Ners, menilai penguatan fasilitas tersebut akan membantu proses penanganan pasien secara lebih komprehensif.
“Yang kami harapkan bukan hanya fasilitas untuk pelayanan kesehatan, tetapi juga adanya sarana pendukung seperti Taman Kaswari, dokter spesialis jiwa, ruang rawat inap khusus ODGJ dan rumah singgah. Semuanya membutuhkan dukungan serta kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.
Dengan adanya dukungan tersebut, penanganan kesehatan jiwa di wilayah Kecamatan Cijulang diharapkan tidak berhenti pada pengobatan medis, tetapi berlanjut pada proses pemulihan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendampingan keluarga dan pengembalian fungsi sosial pasien.
Upaya tersebut diharapkan dapat mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih humanis sekaligus membuka kesempatan bagi pasien untuk kembali hidup mandiri, produktif dan diterima secara baik di lingkungan masyarakat.
(Rachmat)

