Pasca Cianjur FEST 2026,Bupati Cianjur Geber Mesin Birokrasi 19 Pejabat Di Lantik,Pesannya Jelas Jangan Cuma Duduk Di Kursi.

CIANJUR- MEDIA NUANSA SINAR NEWS.COM –
Gemuruh Cianjur Fest 2026 belum sepenuhnya reda, tetapi mesin pemerintahan Kabupaten Cianjur langsung kembali digeber. Hanya dua hari setelah lautan warga memadati karnaval, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian membuat langkah tegas dari jantung birokrasi: 19 pejabat dilantik dan diambil sumpahnya.Sebanyak 19 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Senin (24/8/2026).Pelantikan berlangsung di Aula Lantai III Gedung Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cianjur. Sebanyak 19 pejabat dari level Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, administrator hingga pejabat pada sejumlah perangkat daerah kini mendapat amanah baru.Momentum ini menjadi menarik karena pelantikan digelar sesaat setelah Cianjur Fest 2026 bertajuk “Rahayat Raksa Raharja” sukses menyedot perhatian publik. Jika karnaval menjadi etalase kreativitas dan kebanggaan warga, maka pelantikan 19 pejabat ini menjadi ujian berikutnya: mampukah birokrasi mengubah energi besar itu menjadi kerja nyata?
Dari Gemuruh Karnaval ke Gebrakan BirokrasiJika Cianjur Fest menjadi panggung untuk menunjukkan wajah budaya dan kreativitas masyarakat, pelantikan 19 pejabat ini menjadi panggung pembuktian bagi birokrasi: lebih cepat, lebih responsif dan lebih berani menghasilkan terobosan.Bupati Wahyu secara tegas menyebut rotasi dan mutasi tersebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi.Namun pesan yang disampaikan tidak berhenti pada pergantian kursi jabatan.Wahyu menginginkan roda pemerintahan bergerak lebih cepat dan menghasilkan program yang nyata manfaatnya bagi masyarakat.“Kami berharap dengan adanya penyegaran ini roda birokrasi di Kabupaten Cianjur bisa berjalan lebih cepat dan menghasilkan produk-produk yang lebih nyata bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cianjur,” ujar Wahyu.

Kursi Berganti, Target Jangan BerhentiBagi birokrasi, pergantian pejabat bukan sekadar tukar nama di papan jabatan. Bersamaan dengan kursi yang berganti, ikut berpindah pula target, beban kerja dan ekspektasi masyarakat.Wahyu menegaskan bahwa proses pelantikan dilakukan berdasarkan evaluasi, verifikasi, rekam jejak, kemampuan dan hasil uji kompetensi, serta telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah provinsi.Artinya, 19 pejabat yang kini mendapatkan amanah dituntut membuktikan bahwa pelantikan ini bukan seremoni belaka.Tantangannya jelas: hasil kerja harus terasa sampai ke masyarakat.Pelayanan yang lambat harus dipacu. Persoalan yang berlarut harus segera dicari jalan keluarnya. Program yang hanya berputar di meja birokrasi harus turun menjadi kerja nyata di lapangan.Momentum Setelah Cianjur Menunjukkan WajahnyaCianjur Fest 2026 sendiri menjadi salah satu momentum besar Pemkab Cianjur dalam memperkenalkan potensi budaya, wisata, ekonomi kreatif dan UMKM daerah. Bupati sebelumnya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.Kini, dua hari setelah masyarakat menyaksikan wajah Cianjur melalui panggung budaya, pemerintah daerah kembali menunjukkan bahwa perubahan juga harus terjadi di balik meja pemerintahan.Karena pesta rakyat boleh selesai.Pawai boleh berakhir.Lampu panggung boleh dipadamkan.Tetapi setelah itu, pekerjaan pemerintah justru dimulai.19 pejabat baru kini memikul tantangan untuk membuktikan bahwa penyegaran birokrasi benar-benar mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan hasil pembangunan yang lebih nyata.Pesan Bupati Tegas: Jabatan Bukan Tempat Berdiam DiriPelantikan ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa pejabat yang mendapat amanah harus mampu bergerak dan menunjukkan hasil.Bukan sekadar hadir dalam rapat.Bukan sekadar menandatangani dokumen.Dan bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.Tetapi harus mampu membaca persoalan masyarakat, mengambil keputusan dan memastikan setiap kebijakan memberikan dampak.Dengan demikian, 19 pejabat yang dilantik hari ini bukan hanya menerima jabatan, tetapi menerima target, tanggung jawab dan sorotan publik.Pasca suksesnya Cianjur Fest 2026, bola kini berada di tangan mereka.Masyarakat sudah melihat Cianjur tampil semarak di jalanan. Kini masyarakat menunggu Cianjur tampil cepat di ruang pelayanan.
Inilah babak berikutnya pemerintahan Wahyu Ferdian: bukan sekadar mengganti orang di kursi birokrasi, tetapi menggeber mesin pemerintahan agar lebih kencang, lebih tajam dan lebih dekat dengan kebutuhan rakyat.19 Pejabat yang DilantikBerikut 19 pejabat yang resmi dilantik dan mendapat amanah baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur:1. Euis Jamilah, S.Pd., M.AP., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).2. R. Lusi Hasfiati, S.E., M.T., M.Sc., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).3. Budhi Rahayu Toyib, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin).4. Endan Hamdani, S.H., M.H., Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.5. Nurdiyati, S.Hut., M.AP., Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah.6. Dedi Supriadi, S.IP., M.Si., Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).7. Rachmat Hartono, S.H., M.AP., Inspektur Inspektorat.8. Aris Haryanto, S.P., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan).9. Komarudin, S.Sos., M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah.10. Asep Suparman, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).11. Cepi Rahmat Fadiana, S.T., M.T., Kepala Dinas Perhubungan (Dishub).12. Cicih Permasih, S.H., M.M., Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus).13. Amad Mutawali, S.Ag., S.IP., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).14. Henry Ferdian Martin, S.STP., M.AP., Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).15. Dr. Aang Anwar Amin, S.Kep., Ners, M.Kes., M.M.RS., Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Mutu RSUD Sayang.16. Muharam, S.Kom., Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Badan Pendapatan Daerah.17. Lucky Hermansyah, S.Kom., M.Si., Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian.18. Fransiska Intania, S.Si., M.M., Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.19. Susan Susilawati, S.H., M.H., Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan.Deretan nama tersebut menunjukkan bahwa penyegaran tidak hanya menyasar satu bidang. Mulai dari perencanaan pembangunan, pengawasan, pendapatan daerah, pelayanan publik, lingkungan hidup, perhubungan, hingga pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia, semuanya kini menghadapi tuntutan yang sama: bekerja lebih cepat, lebih tepat dan lebih terasa hasilnya.
JURNALIS MEDIA NUANSA SINAR NEWS.COM.
( iyus y )
