Fisioterapi Berperan Penting dalam Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit Kardiovaskular serta Stroke

PANGANDARAN, NUANSASINARNEWS.COM – Fisioterapi memiliki peran penting dalam menjaga kemampuan tubuh tetap aktif sekaligus mendukung proses pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi berbagai gangguan gerak, termasuk pada pasien dengan penyakit kardiovaskular dan stroke.
Hal tersebut disampaikan melalui program edukasi “Hallo Sahabat Pandega” yang digagas RSUD Pandega Pangandaran, Selasa (8/9/2026). Program tersebut mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan melalui aktivitas fisik yang aman, terukur, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Fisioterapi tidak hanya berkaitan dengan proses pemulihan setelah seseorang mengalami gangguan kesehatan. Layanan ini juga dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kebugaran, meningkatkan kemampuan fungsional, serta membantu masyarakat tetap aktif dengan memperhatikan kemampuan tubuh.
Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M., mengatakan bahwa menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan sejak dini melalui kebiasaan hidup aktif dan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh.
“Setiap gerakan adalah bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas. Fisioterapi tidak hanya berperan dalam proses pemulihan setelah seseorang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga dapat mendukung upaya pencegahan dan menjaga kemampuan tubuh agar tetap aktif,” ujar Titi Sutiamah.
Menurutnya, pada pasien dengan penyakit kardiovaskular maupun stroke, program fisioterapi harus disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Pendekatan yang tepat diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan fungsional, mobilitas, kebugaran, serta kualitas hidup pasien.
“Pada pasien dengan penyakit kardiovaskular maupun stroke, program fisioterapi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pendekatan yang tepat dapat membantu meningkatkan kemampuan fungsional, mobilitas, kebugaran, serta kualitas hidup pasien,” jelasnya.
Ia menambahkan, aktivitas fisik pada pasien dengan penyakit kardiovaskular dan stroke tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Aktivitas harus memperhatikan kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh agar manfaat yang diperoleh tetap optimal serta menghindari risiko yang tidak diinginkan.
“Pada kondisi kardiovaskular dan stroke, aktivitas fisik harus dilakukan dengan aman dan sesuai kemampuan. Karena itu, masyarakat maupun pasien perlu mendapatkan edukasi dan pendampingan yang tepat agar aktivitas fisik memberikan manfaat optimal,” tambahnya.
Titi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai muncul gangguan kesehatan untuk mulai memperhatikan kebugaran tubuh. Menurutnya, kebiasaan bergerak secara rutin, menerapkan pola hidup sehat, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan sejak dini.
Melalui edukasi “Hallo Sahabat Pandega”, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin memahami pentingnya aktivitas fisik yang aman dan terukur serta mengenal manfaat fisioterapi dalam mendukung kesehatan dan kualitas hidup.
“Semoga Sahabat Pandega terus bergerak, menjaga kebugaran, dan memberikan perhatian terhadap kesehatan sejak dini,” pungkas Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M.
