WARGA CIMAHI HARUS WASPADA PENIPUAN AKTIFASI IKD AKAN MENGURAS REKENING

Disdukcapil kota cimahi
mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD lewat WhatsApp dan SMS. Pelaku meminta data hingga foto selfie untuk menguras rekening.
Mns news CIMAHI – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui SMS maupun WhatsApp (WA).
Pelaku mengaku sebagai petugas Disdukcapil Kota Cimahi dan meminta data pribadi korban dengan dalih membantu proses aktivasi IKD. Modus tersebut bahkan dilaporkan telah menyebabkan warga mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cimahi, Chaeruddin Djoeharie, mengatakan pihaknya pernah menerima laporan warga yang menjadi korban penipuan dengan modus tersebut.
Kasus ISPA di Cimahi Melonjak 78 Persen, Tembus 2.675 Kasus dalam Empat Pekan
“Tahun lalu itu ada yang sampai bisa ketarik uangnya. Mereka (pelaku) meminta data pribadi sebenarnya akses untuk akses ke bank,” kata Chaeruddin, Selasa (6/10/2026).
Modus Penipuan Aktivasi IKD
Chaeruddin mengungkapkan, pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang. Pelaku pertama biasanya menghubungi calon korban melalui telepon dengan mengaku sebagai petugas Disdukcapil Kota Cimahi.
Dalam percakapan tersebut, korban diminta melakukan konfirmasi sejumlah data pribadi dengan alasan untuk proses aktivasi IKD.
Selanjutnya, pelaku kedua menghubungi korban melalui WhatsApp dan kembali meminta konfirmasi data. Korban bahkan dapat diarahkan untuk menyatakan bahwa informasi yang disampaikan pelaku benar atau menyetujuinya.
Pelaku kemudian meminta korban mengubah panggilan menjadi video call dengan alasan untuk melakukan verifikasi melalui foto selfie.
“Jika berhasil mendapatkan foto selfie, data akan digunakan untuk perubahan data M-Banking sehingga dapat menguras rekening korban. Cara lainnya pelaku mengirim tautan IKD palsu untuk meminta data pribadi,” ucap Chaeruddin(Y.taryadi).
