DIDUGA AKIBAT KERACUNAN KURANG LEBIH 25 SISWA/SISWI PAUD, SD/MI MUNTAH-MUNTAH DAN DIARE DI KECAMATAN CIDOLOG KABUPATEN SUKABUMI JAWA BARAT
Sukabumi, http://medianuansasinarnews.com- Rabu (06/08/2025) sore, awak media Nuansa Sinar, mendapat laporan dari masyarakat bahwa di beberapa tempat di Kecamatan Cidolog Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kurang lebih 25 orang siswa/i dari tingkat PAUD, SD/MI mengalami muntah-muntah dan diare diduga akibat keracunan setelah makan makanan bergizi gratis yang disuplai MBGN Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cidolog Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat yang berupa nasi kuning dan dadar telur.
Saat itu pula awak media MNS berangkat menuju tempat kejadian sekitar pukul 20.30 WIB ke dusun Tugu Desa Cipamingkis Kec. Cidolog Kabupaten Sukabumi, kebetulan di situ sudah ada Kepala Desa Bapak Baden S. dan Kapus Cidolog juga para petugas medis yang telah dibagi dua grup.
Baca juga: Bupati Solok John Firman Pandu Hadiri Syukuran Milad Ke 9 Ikatan Keluarga Minang
“Kami sudah siapkan ambulance, bentuk antisipasi agar penanganan siswa yang terkena keracuanan ini, bisa berjalan lancar,” terangnya.
Harja (50th) oràng tua Arkais kelas 3 SD Negeri Puncak Batu yang terkena keracunan mengatakan, “Arkais mah tos berobat ka bidan Eli, biaya pribadi ngan masih terus utah ngising (Arkais sudah berobat ke bidan eli, dengan biaya sendiri, namun sampai sekarang masih muntah dan berak),” bebernya sambil menangis.

“Tulungan pa, jaba budak ngan hiji (mohon bantu pak, ini anak saya satu-satunya,” Sambung mang Harja, sambil bergetar.
Kronologis kejadian, ketika suplai makanan tersebut tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB sudah mulai dikonsumsi, lalu 3 sampai 4 jam setelah itu anak-anak tersebut secara serempak muntah-muntah, panas dan diare. Padahal menurut warga yang sempat ditemui, kejadian tersebut bukan hanya hari ini saja terjadi, di hari senin 4 Agustus 2025 pun telah terjadi hal yang sama, namun para orang tua siswa saat itu belum ada dugaan ke suplai makanan dari SPPG Cidolog.
Awak media mencoba bertanya, terhadap salah satu orang tua yang tak mau disebutkan namanya,
“Apa alasannya amang tidak melapor pada Pemerintah, tentang kejadian tersebut?”
Baca juga: Fraksi DPRD Sampaikan PU Terhadap Raperda RPJMD 2025-2029
“Saat kejadian keracuanan pada anak saya di hari senin, belum ada curiga ke suplai makanan bergizi sppg Cidolog, pas hari ini kejadian di beberapa tempat, yang keracunannya banyak, kasusnya sama, muntah, diare, panas, dugaan kami sangat yakin dan curiga, penyebabnya adalah makanan MBG tersebut,” bebernya sambil terlihat shock.
“Harapan saya tutup saja mbgn satuan pelayanan makanan bergizi gratis Cidolog, sebelum kejadian fatal/ hingga ada yang meninggal dunia!,” ujarnya
“Tentang kejadian ini khusus manager SPPG dan seluruh crue harus bertanggung jawab bersama Pemerintah wilayah Kecamatan Cidolog, demi kesehatan dan nyawa putra/putri bangsa,” tutupnya.
(Tim jhon SSW)
