Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran akan Pemutakhiran Data Kebudayaan Kata Kabid Kebudayaan Sugeng
Pangandaran, http://medianuansasinarnews.com- “Kabupaten Pangandaran memiliki destinasi pariwisata lengkap dan terindah di Jawa Barat, baik destinasi wisata pantai maupun destinasi wisata alam pegunungan, bahkan memiliki seni tradisional dan situs budaya warisan para leluhur yang harus dilestarikan.” Kata Kabid Kebudayaan Sugeng, saat bertemu di gedung Setda Kabupaten Pangandaran (27/08/2024).
Tahap Pendaftaran Paslon di Pilkada 2024 Sinergi TNI-Polri Siap Amankan Kantor KPU Pamekasan
“Untuk menciptakan terobosan sektor kepariwisataan yang lebih berkembang lagi ke depannya, kami saat ini sedang melakukan pendataan kembali pokok-pokok pikiran kebudayaan, yang akan dijadikan suatu landasan program kegiatan, sepuluh obyek kebudayaan kita termasuk cagar budaya yang harus diperhatikan salah satu contoh adanya wacana seni dan keterampilan tradisional dan sebagainya,” tambah Sugeng.
“Selain itu kita memulai pihak Pemerintah daerah memfasilitasi berkolaborasi dengan Pemerintah Desa cintakarya, Kecamatan Parigi, 31 Agustus 2024 akan mengadakan pagelaran wayang golek dan festival dalang se-Kabupaten Pangandaran bertempat lapang pangbagea cintakarya, pusat seni kebudayaan pedalangan banyaknya di wilayah Desa cintakarya Kecamatan Parigi, kita memiliki satu-satunya dalang muda Kabupaten Pangandaran namanya Indra, sehingga seni budaya wayang golek dari Jawa Barat harus tetap dilestarikan dan dipelihara menjadikan kebanggan kita semua, generasi ke generasi harus tetap mengenal jangan sampai tersisihkan seni budaya dari luar,” tutur Sugeng.
Respons Cepat Personel Polsek Menjalin – Evakuasi Pohon Tumbang dan Atur Lalu Lintas
Seni budaya tradisional merupakan kearipan lokal kita untuk menunjang berkembangnya kepariwisataan Pangandaran, banyak nya para wisatawan berkunjung menyenangi seni budaya lokal kita saat berkunjung ke Pangandaran, mereka bilamana ada ronggeng Amen oleh para guide sering dibawa diperkenalkan, bahkan mereka turut menari dan menyenanginya tarian ronggeng Amen sambil riang, maka perlunya pelestarian seni budaya lokal dalam kepariwisataan, sekarang para turis mancanegara berkunjung ke Pangandaran bukan saja ingin mengenal obyek wisata pantai dan alamnya saja, akan tetapi mereka mengejar ke ingin tahuan seni tradisional lokal Pangandaran,” pungkas Kabid Kebudayaan Sugeng.
(Rachmat)
