H. Dadang Jaenudin, S.H.,: Lapangan Krida Utama Cibodas Tinggal Menunggu Penataan dan Realisasi Lahan
Kota Cimahi, http://medianuansasinarnews.com- Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Demokrat, Komisi II, H. Dadang Jaenudin, kembali angkat bicara terkait progres Lapangan Krida Utama. Saat ditemui awak media di kediamannya di wilayah Cigugur Tengah, RW 08, Kecamatan Cimahi Tengah, pada 07 Desember 2025, ia menjelaskan perkembangan terbaru mengenai rencana pembangunan fasilitas olahraga tersebut.
Menurut H. Dadang, beberapa bulan lalu pihaknya telah melakukan mediasi antara perwakilan masyarakat Kelurahan Utama yang mengatasnamakan Master, bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora). Mediasi tersebut dihadiri oleh Kepala Disbudparpora, Ahmad Nuryana, perwakilan warga, serta LSM Master yang diwakili oleh H. Nunu Nugraha.
“Secara singkat, untuk Lapangan Krida yang berlokasi di RW 11 dengan luas lahan sekitar 3 hektare, sebenarnya lahannya sudah tersedia. Tinggal menunggu realisasi penataan dari pihak Pemkot Cimahi. Memang masih ada sebagian kecil lahan milik warga yang belum dibebaskan, tetapi Pemkot Cimahi telah menyiapkan anggarannya. Hanya tinggal satu bidang lahan milik warga,” tegasnya.
Pemerintah Kota Cimahi sendiri berencana membangun Lapangan Krida di Kampung Cibodas, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang memadai bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, dalam sesi wawancara bersama awak media juga menegaskan bahwa pembangunan Lapangan Krida telah lama dinantikan warga.
“Lapangan Krida ini sudah menjadi hutang pemerintah kota sejak puluhan tahun lalu, sejak adanya pembangunan CTP pada waktu itu,” ujarnya, Sabtu (01/11/2025).
Dengan terealisasinya pembangunan tersebut, Kota Cimahi ke depan akan memiliki tiga destinasi olahraga utama: Lapangan Mini Soccer Cibaligo, Lapangan Sangkuriang, dan Lapangan Krida. Adhitia berharap seluruh proyek dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemimpin yang hebat itu, di tengah keterbatasan tetap bisa membangun untuk warganya,” pungkasnya.
(Y. Taryadi)
