Kehidupan Miskin Seorang Buruh Tani yang Membutuhkan Uluran Tangan Para DERMAWAN
Cianjur, http://medianuansasinarnews.com- Minggu 2 Februari 2025. Sebut saja DS seorang buruh tani yang berada di Kp. Cijengkol RT/RW 004/008 Desa Pakuwon, Kec. Sukaresmi, Kab. Cianjur.
Keluarga DS, yang memiliki empat orang anak hidup dalam keadaan susah, tidak mampu dan sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. DS, yang tinggal di sebuah gubuk yang sudah tidak layak untuk ditempati, DS tinggal bersama istri, anak serta cucunya yang masih bersekolah SD.
Baca Juga: Ciptakan Keamanan, Polres Landak Intensifkan Patroli di GOR Patih Gumantar
Dalam mencukupi biaya kehidupan sehari-harinya DS pergi ke hutan untuk bekerja sebagai buruh harian, di sebuah kebun kopi milik salah seorang pengusaha di Kp. Tersebut. DS mendapat upah harian sebesar Rp 50.000,- perhari, kadang dalam 5 hari belum di bayar, dan waktu di bayar pun tidak semua nya lunas. “Seringkali upah saya tidak dibayarkan semuanya,” ucap DS. Minggu (02/02/2025).

Keputus asaan selalu menghantui keluarga DS ketika mengingat untuk biaya kehidupannya sehari-hari, yang jauh dari kata sejahtera. Istri DS yang bernama ST sering mengeluhkan untuk kebutuhan sekolah cucunya, “jangankan untuk sekolah, untuk makanpun seringkali kita menahan lapar,” ujar istri DS.
“kita sudah menghutang kesana-sini, kita sudah malu sebenarnya, namun bagaimana lagi pak,” lirih istri DS, menyampaikan kepada kami awak media

Istri DS yang sakit- sakitan, karena penyakit paru-paru yang di deritanya sudah hampir setahun. Cucu mereka ada satu yang masih bersekolah dibangku kelas 5 SD.
Rumah DS yang jauh dari kata layak, selain bocor di waktu hujan juga dinding samping rumahnya sudah pada bolong, Awak media langsung menghampiri rumah bapak DS yang keadaannya sangat memprihatinkan, mereka sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Untuk memperbaiki rumah serta modal usaha agar biaya kehidupan sehari-harinya tidak begitu berat.
Baca Juga: Disdik Pora Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah/2025 Masehi
Bapak Nurdin adalah tetangga sebelah rumah DS ikut bicara, “kasian bapak DS dia sudah tua dan masih menanggung beban kehidupan anak beserta istri dan cucu nya. Anak-anak yang lainnya juga sama tidak mampu. Jangankan untuk membantu kehidupan orang tuanya, untuk kehidupan mereka pun masih banyak kekurangannya. Maka dari itu pak DS berjuang sendiri menafkahi keluarganya dengan uang gaji yang sangat pas-pasan, semoga saja ada dermawan yang mau menolong pak DS, saya sebagai tetangga sangat bersyukur dan berterimakasih tentunya kepada dermawan tersebut,” tutup bapak Nurdin tetangga DS.
(Burdah/U. Karmawan)
