Kunjungan Kerja Kementerian Perhutanan RI di Desa Ciputri Bersama Bupati Cianjur Dr. Wahyu, Guna Memaksimalkan Ijin Pengolahan Hutan.
Cianjur, http://medianuansasinarnews.com- Kurang lebih 100 hektar di maksimalkan ijin pengolahan lahan perhutanan yang ada di Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat, oleh kementerian RI. Raja Juli Antoni bersama Bupati Cianjur Dr. Mohammad Wahyu Ferdian, saat berkunjung di Desa Ciputri meninjau langsung pertanian Kopi Saronge.
Dihadiri dari semua unsur pemerintahan, forkopimcam, Kapolsek Cimacan, Koramil Cipanas, Perhutani Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur, Dinas pertanian, kepala Desa Ciputri Ani Novianty, kelompok tani juga para tokoh masyarakat setempat.
Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB sampai siang sangat menggairahkan para petani kopi juga lainnya. Sabtu (22/03/2025)
Kementerian RI Raja Juli Antoni menyampaikan kepada media saat dikonfirmasi terkait kunjungannya di Desa Ciputri, ia mengatakan, “Alhamdulillah kami baru bisa sekarang berkunjung dan bisa hadir disini, yang sebelumnya setelah beberapa kali direncanakan tapi belum beruntung untuk hadir disini, tadi bertemu dengan 10 kelompok petani, dengan berbagai skema, dan juga mendapat keterangan dari Toska beliau juga seorang aktivis disini juga dari masyarakat, akhirnya dengan 10 kelompok tani hutan, yang sekarang sudah ada 8,2 juta yang diberikan izin akses kelola, dan masih ada sekitar 4 juta lagi, dan mungkin penambahan 3 juta jadi sekitar 7 juta, akses kelola yang bisa diberikan kepada masyarakat,” ucapnya.

“Selebihnya di Cianjur ini ada 8900 hektar yang bisa dikelola, kepada masyarakat termasuk aset kelola kepada 37 petani hutan, dan masalah utama kita adalah, sekarang memaksimalkan izin yang sudah diberikan itu bagaimana, supaya maksimal supaya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu yang utama, dan hutannya tetap lestari,” ujar Raja Juli Antoni
Lanjutnya, “yang kedua sekarang ini ada 100 hektar totalnya, ada di Sarongge Desa Ciputri, kalau enggak salah dari 3 kelompok tani, dan yang ditanami baru 30%, dari 100 hektar itu tadi, seharusnya mungkin dari 80 sampai 100 hektar, maksimum hasil 80 sampai 100 ton pertahun, dan sekarang masih 7 ton per tahun. Karena masih 30 hektar dan juga masih kekurangan pupuk,” paparnya.
Baca Juga: Bentuk kebersamaan, Polisi Gelar Buka puasa di Panti Asuhan Al-Ma’un Ternate
Diwaktu yang sama menurut Bupati Cianjur Dr. Mohammad Wahyu Ferdian menambahkan, “kami sangat bersyukur sekali atas kehadiran bapak menteri perhutanan RI, karena kita juga perlu bimbingan dan dibantu secara resmi, agar membawa manfaat, juga kesejahteraan masyarakat. Dan yang kedua membawa manfaat secara ekologis yang nantinya kami akan berkoordinasi dengan Kementerian perhutanan terkait pendataan, dan area mana termasuk untuk sosialisasi pemanfaatannya, dan juga pelatihan bagaimana untuk mengolahnya secara baik, yang bisa manfaat-manfaatnya terasa dan program dari perhut ini adalah tanaman tumpang sari, seperti contoh untuk tumpang sari, yaitu pertanian kopi, alpukat dan untuk tanaman rendahnya seperti jahe dan lainnya,” kata Bupati.
Bupati juga mengatakan, “nantinya untuk para kelompok petani hutan akan mendapat bimbingan, bagaimana cara bertani sekaligus menjaga hutan untuk tetap lestari, tidak menjadi gundul, dan untuk hutan yang gundul agar menjadi hijau kembali,” pungkasnya.
(Iyus. Y)
