Lambat Pencairan Dana Stimulan di Desa Rancagoong, Cilaku Cianjur – Ada Oknum Pemerintah Bermain Di Belakang?
CIANJUR, http://medianuansasinarnews.com-
Dalam pencairan dana stimulan tahap 4, yang sedang berjalan dan terus dipantau oleh pemerintahan, termasuk Bupati Cianjur H. Herman Suherman, juga para anggota Dewan Kabupaten Cianjur, kerap turun ke lapangan, untuk melakukan pemantauan, demi tidak ada olah para pemangku kepentingan dalam mengurus pencairan dana stimulan, hal ini agar masyarakat mendapatkan hak atas musibah gempa.
Ironisnya masih saja ada oknum yang melakukan pemotongan dana tersebut, dengan alasan, “Kalau pengen cepat ya harus mau di potong 20%, kalo tidak ya menunggu waktu lama”, itulah menurut saksi yang tidak mau disebutkan namanya. Jum’at (26/07/2024)
Bersama NCS Polri, Masyarakat NTB Kompak Jaga Kondusifitas Pilkada Serentak 2024
Kejadian disalah satu Desa Rancagoong RT 02 RW 04, Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Hasil dari pengaduan masyarakat yang menyampaikan kepada media, bahwa pemotongan tersebut merupakan aturan dari Pemerintah Pusat.
Disaat masyarakat ingin cepat mendapatkan bantuan dari Pemerintah, atau pencairan dana stimulan tersebut harus bersabar karena kalau mengikuti peraturan Pemerintah mungkin agak lama ujarnya, tapi kalo mau diurus dan cepat cair, masyarakat harus rela ada pemotongan sebanyak 20%, dan untuk yang mendapatkan nominal Rp. 15.000.000, Masyarakat harus rela ada pemotongan sebanyak 3 juta, dan masyarakat yang menerima hanya Rp. 12.000.000,
Menurut keterangan dari salah satu masyarakat, melalui voice not dengan nomor +62 859 XXXX XXXX, kepada media mengatakan, “Udah bapak saya sudah ke Pa.., kalau jalurnya yang biasa agak lama, tapi kalo mau diurus dipotong 20%, saat minta materai/kwitansi, ini tidak ada materai, dan tidak boleh memegang HP, mungkin agak takut,” keluhnya.
Lanjutnya, “Ya udah biarlah dipotong berarti ke saya bersih terima 12 juta,” ujarnya.
Menurut Hj. Lilis Boy, Anggota DPR Provinsi Jabar, komisi II Fraksi Demokrat, melalui via Handphone dengan nomor, +62 812 8XXX XXXX, membenarkan banyaknya pengaduan, melaporkan tentang oknum-oknum yang memotong pencarian dana stimulan, “Saya pribadi banyak mendapatkan pengaduan dari masyarakat baik via Handphone maupun langsung, dalam pengajian maupun tatap muka, masih banyak oknum yang memanfaatkan keadaan untuk pemotongan pencairan dana stimulan,” tuturnya.
“Sebenarnya ini semua berkat Pa Haji Ibang yang sudah memperjuangkan, dan mengawal terus agar secepatnya pencarian dana stimulan yang masuk tahap 4 ini, dan tidak mengenal lelah karena cape mondar-mandir ke pusat (jakarta). Dan ini untuk kepentingan masyarakat,” Ucapnya.
“Dan kami harap bersama Pemerintah daerah, untuk tidak ada yang memotong pencairan tersebut, namun masih saja ada laporan yang dilakukan oleh oknum yang dikaitkan dengan mengatas namakan pemerintahan, sejauh ini kami bersama H. Herman Suherman, menghimbau kepada semua elemen instansi terkait, dalam pencairan agar tidak boleh ada pemotongan sedikitpun,” tegasnya.
Masih kata Hj. Lilis Boy, “Tolong bantu untuk publikasikan agar di baca oleh pihak berwajib untuk melakukan penyisiran oknum-oknum nakal tersebut, agar jera dan tidak ada lagi yang memanfaatkan, pemotongan dana stimulan tersebut,” pungkasnya.
-tim
