Lomba Tarik Tambang Di Halaman Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, untuk memeriahkan HUT RI Ke 80 Tahun 2025
Probolinggo, http://medianuansasinarnews.com- Senin 18 Agustus 2025. Tarik tambang (juga dikenal sebagai tug o’ war, tug-a-war, tug war, rope war, rope pulling, atau tugging war) adalah olah raga di mana dua tim berkompetisi dengan menarik ujung tali yang berlawanan, dengan tujuan membawa tali sejauh tertentu ke satu arah melawan gaya tarik tim lawan.
Bukan Sekadar Lomba, Ini Sejarah Tarik Tambang di Indonesia tetapi mengingat masa perjuangan pahlawan-pahlawan yang memperjuangkan Indonesia harus mardeka, di hari ini juga warga di sejumlah daerah mengadakan perlombaan, salah satunya adalah tarik tambang. Tapi ternyata tarik tambang ini bukan hanya perlombaan biasa, namun terdapat sejarah dibaliknya.
Baca juga: Peringatan HUT RI ke-80 RW 10 Cibangkong Meriah dengan Senam, Kirab, Lomba, dan Hiburan
Tarik tambang mulai dikenal di Indonesia pada masa penjajahan Belanda, tepatnya sejak abad ke-18.
Awalnya, tali tambang digunakan oleh kolonial Belanda sebagai alat bantu untuk menarik benda berat seperti batu, gerobak pasir, dan beban industri lainnya, budaya tarik tambang sudah ada dikenal di peradaban Tiongkok kuno, tepatnya sejak abad ke-8 sebelum Masehi pada masa Dinasti Tang.
Pada masa itu, tarik tambang digunakan sebagai bagian dari pelatihan fisik bagi para prajurit. Untuk memainkan tarik tambang, arena yang dibutuhkan berukuran panjang minimal 15 meter dengan lebar sekitar 5 meter.
Dari tim yang mampu menarik lawan hingga melewati garis tengah dan membawa bagian utama tali ke wilayahnya, dinyatakan sebagai pemenang. Meski tampak mudah, olahraga ini membutuhkan koordinasi, strategi, dan kekuatan fisik yang prima, tarik tambang masih menjadi salah satu perlombaan favorit menjelang dan saat HUT RI. Pasalnya, perlombaan ini bisa menyatukan seluruh kalangan, dan tarik tambang juga menjadi simbol perjuangan, kekompakan, dan semangat gotong royong.
Panitia pelaksana perlobaan tarik tambang di Lapangan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi menyampaikan, “bertanding lah dengan semangat, sportivitas, bertanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran dan rasa persaudaraan. Jadikan lomba ini sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahmi,” jelasnya.
Baca juga: Warung Nasi Mitrajati, Tempat Makan Sederhana dengan Menu Lengkap Khas Rumahan.
Lebih jauh lagi, dia menambahkan bahwa kegiatan fisik seperti tarik tambang penting untuk meningkatkan kebugaran dan semangat kerja di tengah rutinitas birokrasi. “Kami berharap melalui kegiatan ini akan meningkatkan kesehatan kita, meningkatkan kebugaran, sehingga kita bisa melaksanakan aktivitas di komponen masing-masing menjadi lebih baik, lebih bersemangat dan berkinerja lebih tinggi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. Dia berharap perlombaan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberi manfaat positif bagi seluruh peserta. Dirinya juga mengajak seluruh penonton yang hadir untuk mendukung jalannya perlombaan dengan menjaga suasana perlombaan tetap kondusif.
(Yib-mas)
