Masyarakat Desa Cikole Teladani Ketakwaan Nabi Ibrahim As – Hari Raya Idul Adha 1445H/2024M.
Lembang/KBB, http://medianuansasinarnews.com-
Peringati hari raya Idul Adha 1445 H/2024 M. Rw 15, ke-Rtan 1, 2 & 3. Desa Cikole, Kec. Lembang Kab. Bandung Barat, Teladani Nabi Ibrahim As, dengan melakukan pemotongan hewan qurban.
Senin 17 Juni 2024.
Rw 15. Ke-Rtan 1, 2 & 3 melaksanakan qurban dengan menyembelih 18 ekor sapi dan 15 domba. Acara pemotongan hewan qurban dimulai pada pukul 08.00 Wib, setelah usai melaksanakan shalat Idul Adha.
Kapolri Beri Dua Anggotanya Pin Emas Atas Prestasi Saat Pendidikan di UEA
Rw 15, Desa Cikole melalui ketua Rw 15 Ust. Hari petir memantau kegiatan penyembelihan hewan qurban, tercatat di ke-Rw an 15 ada 18 ekor sapi dan 15 ekor domba yang di sembelih untuk di qurban kan. Dan dari data keseluruhan se-Desa Cikole yang melakukan penyembelihan hewan qurban tercatat ada 47 ekor sapi, dan 98 ekor domba yang di qurbankan.

Menurut Kepala Desa cikole, Drs. H Tajudin M.Ag., bahwa kegiatan keagamaan, memperingati hari raya Idul adha dengan banyaknya warga masyarakat yang melakukan qurban tersebut ada peningkatan yang signifikan, daripada tahun-tahun yang sebelumnya. Dan ini adalah bukti bahwa pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan kesadaran keagamaan juga semakin meningkat lebih baik. Dengan VISI Desa Cikole ‘Berkah’ menjadi harapan baik dan terlihat semakin mewujud.

“Kita telah memantau sejak kemarin baik itu pelaksanaan malam takbiran salat sunat Idul Adha dan yang terakhir adalah kegiatan penyembelihan hewan qurban. Alhamdulillah di tahun ini ada peningkatan-peningkatan, terutama dari sisi umat yang melaksanakan ibadah qurban, ada salah satu ke-RW an yang tahun kebelakang itu minim sekali melaksanakan penyembelihan hewan qurban, hari ini terlihat ada perkembangan yang signifikan, peningkatannya luar biasa, sehingga hampir setiap RW ada pelaksanaan, minimal pemotongan sapi dua setiap RW itu menunjukkan ada sebuah peningkatan kesadaran pengamalan agama,” ungkap Drs. H Tajudin M.Ag., dengan nada penuh semangat. Senin (17/06/2024).

“Makna idul adha, tentang keberkahan, ini adalah hal yang paling penting, jadi, berkah itu semua usaha masyarakat warga Desa Cikole bermanfaat, baik untuk pribadinya maupun orang lain dan itu salah satu bentuk keberkahan, pendapatan mereka sisihkan untuk melaksanakan ibadah pemotongan hewan qurban. Dan ini bagian daripada puncak kesadaran tauhid mengimani perintah Allah SWT, dan meneladani Rosullulloh Nabi Ibrahim As. Diharapkan keberkahan ini akan dirasakan di dalam semua pekerjaan, semua profesi masyarakat. Tentu ada hubungan yang sangat erat, antara berqurban dengan keberkahan, karena hal tersebut, jelas akan berdampak baik terhadap nilai-nilai aktivitas ekonomi sehari-hari, maupun nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, akan menambah keberkahan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas rezeki yang mereka dapatkan,” tambah Kades H. Tajudin.

Adapun mengenai rata-rata umat pemeluk agama di Desa cikole, H. Tajudin menyampaikan bahwa mayoritas adalah pemeluk agama islam (muslim) meskipun ada yang non muslim hal tersebut bukanlah sebuah hambatan, namun menjadi perekat dalam menyatukan persatuan dan kesatuan bangsa, meskipun berbeda keyakinan. Di momen hari raya idul adha ini, sekalipun mereka non muslim tidak membatasi pembagian daging hewan qurban.

“95% warga masyarakat Desa Cikole beragama islam (muslim) dan ini menjadi modal bagi kami untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Adapun untuk distribusi daging hewan qurban, sekalipun mereka non muslim jika mau, ya kita kasih juga, bahkan pendistribusian daging hewan Kurban inipun, hingga keluar daerah Desa cikole, tadi ada yang minta dari beberapa yayasan anak yatim piatu, ya kita alokasikan buat mereka, meskipun mereka berada di luar Desa cikole. Jadi hasil qurban ini, muslim maupun non muslim, kita kasih juga, rata semuanya dapat daging qurban,” pungkas H. Tajudin.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Rw 15, ust. Hari petir juga berkomentar mengenai kegiatan keagamaan hari raya idul adha tersebut, menurut ust. Kesadaran melakukan qurban selain sejahtera, seseorang tersebut pastilah cukup memiliki ketakwaan kepada Allah SWT.

“Tentu bukan hanya sejahtera saja, atau secara ekonomi cukup, namun tingkat ketakwaan seseorang yang melakukan qurban tersebut juga telah teruji, karena ada mereka yang cukup secara ekonomi, namun karena kurang tingkat ketakwaannya, maka tidak berani melakukan qurban. Namun jika seseorang tersebut memiliki ketakwaan yang kuat terhadap Allah SWT, seseorang tersebut akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan qurban (pengorbanan),” ujar ust. Hari petir.
Sekjen ARPG Ulfa Bone Siapkan Sambutan Perayaan Pelantikan Prabowo-Gibran
Dalam acara hari raya keagaaman idul adha pemotongan hewan qurban di ke-Rw an 15, terlihat para panitia begitu sibuk dan bersemangat, seperti yang di tuturkan oleh salah satu panitia, bapak Edeng widayat, bahwa pendistribusian daging qurban tersebut, hingga sampai ke wilayah Subang. Dan Ketua Rt 02, Dede Iskandar juga mengatakan hal yang sama, setelah tercukupinya kebutuhan di ke-Rtan nya, daging qurban, ia bagikan juga keluar wilayahnya.
Red-
