(NGOBRAS) Ngobrol Santai – H. Makhfud Solaiman: Kemajuan suatu Bangsa harus diutamakan Pangan dan membuat Tekhnologi Mandiri.
Cimahi, http://medianuansasinarnews.com- Disaat aktifitas kerja sedang sibuk-sibuk nya, H makhfud menyempatkan jumpa pers dengan para awak media. Digelar Kamis 9 Oktober 2025, bertempat kantor CV EBod jaya Jl. Raya nanjung Ciimahi selatan.
Beliau adalah pengusaha bidang pakan ternak dan perlengkapan burung, melalui CV Ebod Jaya, H. Makhfud Solaiman nama aslinya, beliau berbagi pandangan tajam soal kemandirian bangsa dan arah pembangunan Indonesia. Sosok pengusaha yang dikenal dekat dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, kemajuan negara berawal dari pemimpin yang tahu masalah dan tahu solusi.
Baca juga: Bersahabat dengan Warga, Polisi Sengah Temila Tebar Senyum dalam Patroli Siang
Gagasan beliau katanya pengelolaan negara itu sederhana. “Tahu masalah dan tahu cara menyelesaikannya,” ujarnya saat berbincang santai. Kamis (09/10/2025)
H .Makhfud Solaeman, yang pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari PKB ini menyoroti tata kelola pemerintahan dan kemandirian Nasional di bidang pangan juga teknologi. Menurutnya, tanpa dua hal itu, Indonesia sulit untuk maju dan akan mudah diguncang dari luar.
“Negara tidak akan bisa maju jika tidak mandiri dalam pangan dan teknologi. Lihat saja, bahan baku tahu-tempe kita masih dari negara luar. Itu karena kualitas produk kita kurang, dan kita belum maksimal mengandalkan teknologi,” jelasnya.
Ia menilai, swasembada pangan sebenarnya bukan hal sulit. Pemerintah cukup serius membangun sentra-sentra pangan dan menggandeng lembaga riset seperti IPB untuk mengembangkan teknologi pertanian yang efisien.
“Masalahnya, impor itu menguntungkan segelintir pihak, sementara produk lokal kalah bersaing. Padahal dengan sentuhan teknologi, petani kita bisa unggul, ya di kita ini mesti membuat tekhnologi baru orang-orang nya jangan hanya cuman penikmat saja,” terangnya
Mahfud juga menyoroti fungsi BUMN yang jumlahnya mencapai 400 lebih. Menurutnya, perusahaan milik negara seharusnya diberdayakan untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan dilarang untuk bersaing dengan sektor swasta jangan cuma duduk hanya pengen digaji saja.
“BUMN itu harus jadi tulang punggung ekonomi negara, bukan pesaing bagi pengusaha kecil,” ucap nya .
H. Makhfud juga menyinggung soal pemerataan penduduk. Ia menilai, kepadatan di Pulau Jawa bisa diurai secara alami jika Pemerintah berani memindahkan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan ke luar Jawa.
“Buat masyarakat mau pindah dengan sendirinya. Misalnya, pindahkan IPDN atau pusdiklat TNI ke Kabupaten dan Provinsi luar Jawa, ibaratnya ke kalimantan. Dengan begitu, pertumbuhan akan lebih merata,” pungkasnya.
(Y. Taryadi)
