Profesionalisme dan Ketajaman Tulisan, Jantung Integritas Seorang Wartawan
PAMEKASAN, http://medianuansasinarnews.com- Mantan wartawan Radar Madura, Abdus Salam Sah, membagikan pengalaman dan pandangannya tentang dunia jurnalistik dalam pertemuan bulanan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Pamekasan, yang digelar di kediaman Lutfi Rizal, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (03/01/2026).
Dalam pemaparannya, Abdus Salam Sah menegaskan bahwa keberanian dan ketajaman tulisan merupakan jantung dari profesi wartawan. Menurutnya, wartawan sejati tidak boleh kehilangan daya kritis hanya karena tekanan kekuasaan, kepentingan tertentu, maupun intimidasi.
Baca juga: Sebanyak 13 Jabatan Perwira Polres Kebumen Diserahterimakan
“Wartawan itu diuji bukan saat menulis hal yang menyenangkan, melainkan ketika mengungkap fakta yang tidak ingin dibuka. Di situlah profesionalisme benar-benar diuji,” tegas Abdus Salam, yang juga dikenal sebagai pengurus LBH PUSARA.
Ia menekankan bahwa tugas utama pers adalah menyuarakan kebenaran, bukan sekadar menjadi pengeras suara pejabat ataupun pemilik modal. Ketajaman tulisan, lanjutnya, lahir dari keberanian menggali data, memverifikasi informasi, serta menyajikannya secara jujur dan berimbang kepada publik. Abdus Salam juga mengingatkan bahwa wartawan tidak perlu takut selama bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan undang-undang pers. Profesionalisme, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai bentuk tekanan.
“Jika data kuat, fakta lengkap, dan berita ditulis berimbang, wartawan tidak perlu takut kepada siapa pun. Justru yang seharusnya takut adalah mereka yang menyembunyikan kebenaran,” ujarnya.

Di era digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), di tengah banjir informasi serta maraknya hoaks, Abdus Salam menilai peran wartawan profesional semakin krusial. Ketajaman analisis dan keberanian mengungkap realitas menjadi benteng terakhir masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan dapat dipercaya.
Ia pun mendorong wartawan yang tergabung dalam KJJT, khususnya di wilayah Pamekasan dan Madura, agar tidak minder dan tidak tunduk pada kekuasaan lokal.
Baca juga: Polda Kalimantan Barat melaksanakan apel bersama lintas sektoral
“Daerah ini membutuhkan pers yang kuat. Wartawan jangan hanya rajin menghadiri acara seremonial, tetapi juga berani membongkar persoalan publik, mulai dari pelayanan buruk hingga penyalahgunaan anggaran, baik di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten, Desa, bahkan praktik kecil sekalipun yang merugikan rakyat,” ungkap mantan wartawan Memorandum dan Harian Bangsa itu.
Di akhir pernyataannya, Abdus Salam menyerukan agar insan pers, khususnya wartawan yang tergabung dalam KJJT Pamekasan, terus meningkatkan kapasitas diri melalui literasi, pelatihan, serta sertifikasi kompetensi, agar ketajaman tulisan sejalan dengan kualitas dan integritas.
“Pers yang tajam, berani, dan profesional adalah pilar demokrasi. Jangan biarkan ketakutan mematikan nurani jurnalistik,” pungkasnya.
Sumber: Divisi Humas Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan
(Awi)
