Reses Masa Persidangan I Anggota DPRD Kota Cimahi Rika Lis Indarti, Dari fraksi PKS Tahun 2025 Digelar Di AWC
KOTA CIMAHI, http://medianuansasinarnews.com- Sebanyak 300 Konstituen pada Reses I Anggota DPRD Rika Lis Indarti, Mayoritas Mengikuti acara reses di tahun 2025 Aspirasi 2 yang di sampaikan para konstituennya pada saat mengikuti reses tersebut diantaranya; ada yang mengajukan Drainase Perbaikan Gorong-gorong, Pendidikan, Rutilahu, PJU, semua aspirasi-aspirasi yang di sampaikan tersebut akan di tampung serta tentunya akan di sampaikan kepada pihak eksekutif.
Para Konstituen sebanyak 300 Orang mengikuti reses Masa persidangan Rika Lis indiarti Anggota DPRD Kota Cimahi dari fraksi PKS tahun 2025. Reses masa Persidangan I Anggota DPRD Kota Cimahi dari fraksi PKS Rika Lis Indarti, A.Md., yang dihadiri sekitar 300 Konstituennya dari Dapil I Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup. Mayoritas warganya mengajukan permasalahan perbaikan drainase, gorong-gorong, pendidikan, Rumah Tidak Layak huni (Rutilahu), Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Gang (PJG).
Baca Juga: Sinergi Polisi dan Petani Desa Andeng dalam Program Asta Cita Swasembada Pangan
Acara tersebut di gelar di Alam Wisata Cimahi (AWC) Jl. Kolonel Masturi km 4 no 157, Cimahi Utara, Rabu (30/04/2025) Mulai pukul 13.00 s/d Pukul, 16.00 WIB serta di ikuti oleh sejumlah warga yang telah menjadi konstituennya diantaranya warga yang berasal dari, RW 10, RW 11, RW 12, RW 13, RW 17, RW 18, RW 19, RW 21 Kel. Cipageran dan RW 05 (Nyalindung Kel. Citeureup).
Rika, menyampaikan bahwa memang yang saat ini sedang tranding topik adalah masalah sampah di Kota Cimahi yang ramai dibicarakan publik saat ini. Para Konstituen Anggota DPRD Kota Cimahi Rika Lis Indarti sebanyak 300 Konstituennya menghadiri Reses Persidangan I di AWC Cimahi, dalam reses tersebut Rika sebagai anggota dewan, harus dan wajib turun kelapangan untuk berjumpa dengan masyarakat, menampung aspirasi masyarakat terkait keluhan-keluhan dari masyarakat, seperti masalah sampah, yang saat ini sedang tranding topik, masalah kontruksi bangunan di wilayah-wilayah seperti jalan setapak, dan ini bukan masalah pribadi, tetapi masalah dilingkungan kita saat ini, dari manfaat reses tersebut, dirinya sebagai anggota dewan harus menyerap aspirasi masyarakat tentang keluhan-keluhan yang terjadi dalam lingkungan wilayah daerahnya masing-masing.
“Saya berjanji, semua aspirasi masyarakat Konstituen saya atas keluhan-keluhan seperti perbaikan drainase, jalan setapak, pendidikan, PJU dan PJG, juga masalah sampah, akan saya perjuangkan kepada pemerintahan Kota Cimahi, agar lebih diutamakan kepentingan masyarakat Kota Cimahi,” ungkapnya.

Selain itu Rika menyampaikan pula bahwa yang menjadi tranding topik adalah masalah sampah, “Jadi masalah sampah, bukan hanya masalah Pemkot saja, tapi itu dari masyarakat kita juga, kalau kita mau bebas dari sampah, kita juga harus kerjasama dengan Pemerintah Kota Cimahi, agar tidak menggunung, masyarakat harus mau memilah sampah, mana sampah organik dan mana sampah yang anorganik,” jelasnya
Sedangkan biaya masalah sampah menurut Rika cukup besar sekali, dari TPS di Cimahi sampai dibuang ke TPA Sarimukti biayanya per tahun sebesar Rp 40 Milyar. “Itu merupakan biaya yang cukup besar, coba kalau uang sebesar Rp 40 Milyar dibangunkan untuk sekolah-sekolah yang bagus di Cimahi, dibikin Puskesmas yang bagus, itu bisa, hanya untuk buang sampah lho, Rp 40 Milyar setahun,” terangnya.
Rika menambahkan, bahwa selama masalah sampah tidak bisa di pilah (dipisahkan) oleh masyarakat, sampah akan terus menggunung makin banyak. “Nantinya Kota Cimahi itu akan terus menjadi darurat masalah sampah, udah Kota nya kecil, sampahnya banyak, jadi dimulai dari kita sendiri, dalam rumah sendiri,” imbuhnya.
Baca Juga: BRI Cikampek Panen Hadiah Lagi, Hadiah Utama Mobil Suzuki Ertiga
Menurut Rika, adapula masyarakat Cipageran mengenai masalah sekolah SD Pambudi Darma di Jl. Kolonel Masturi Km. 3 RT. 002 RW. 014, Desa/Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, lokasinya berdekatan dengan TPA Santiong.
“Jadi kegiatan sekolah SD tersebut, sekarang terganggu dengan adanya sampah, yang salahnya kemarin, sebelum TPA Santiong tersebut berdiri, kenapa SD Pambudi Darma tidak di relokasikan dulu?,” ucapnya.
Reses I Anggota DPRD Rika Lis Indarti, Mayoritas Warga Ajukan Drainase Perbaikan Gorong-gorong, Pendidikan, Rutilahu, PJU dan PJG dan sekarang jadi masalah, anak-anak SD dan para guru pengajar nya setiap hari merasakan bau pengolahan sampah dan bising bila mesin pengolahan sampah saat dioperasikan. “Memang ada rencana dari pemerintahan Kota Cimahi, itu mau di merger,” pungkas nya.
(Y. Taryadi).
