Sepasang Suami Istri di Cianjur – Tetap Setia Rawat Kurang Lebih 35 Pasien ODGJ Meski dengan Segala Keterbatasan
Cianjur, http://medianuansasinarnews.com- Selasa 4 November 2025. Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya dukungan, sepasang suami istri asal Cianjur menunjukkan ketulusan dan pengabdian luar biasa. Mereka adalah Ibu Ai Rusmiati dan Bapak Feryato, pasangan yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di bawah naungan Yayasan Keswa Ranum, yang beralamat di Jalan KH Saleh, Kampung Leles RT/RW 02/02, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pasangan ini telah mengurus sekitar 35 pasien ODGJ dengan penuh kasih, kesabaran, dan pengorbanan. Meski segala kegiatan dilakukan secara sederhana dengan sarana seadanya, semangat mereka untuk membantu sesama tidak pernah padam.
Baca juga: Tingkatkan Transparansi Polri, Kapolres Ternate Terima Audit Kinerja Itwasda Polda Malut
Menurut Ibu Ai Rusmiati, pendirian Yayasan Keswa Ranum sejatinya hanya sebagai bentuk legalitas administratif agar kegiatan sosial mereka memiliki dasar hukum yang jelas. “Ini adalah panggilan hati. Kami ingin mereka (pasien ODGJ) tetap dirawat dengan kasih dan tidak diperlakukan sebagai beban. Mereka juga manusia yang punya hak untuk sembuh dan bahagia,” tutur Ai dengan nada haru. Selasa (04/11/2025)
Sementara itu, sang suami, Bapak Feryato, menuturkan bahwa perjuangan mereka tidaklah mudah. Selain keterbatasan dana, mereka juga harus menghadapi kurangnya dukungan dari pihak Pemerintah. “Kami berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah, terutama dalam hal obat-obatan dan kebutuhan harian pasien. Namun sejauh ini, kami tetap berjuang semampu kami. Kami percaya, setiap kebaikan yang tulus pasti ada jalannya,” ungkapnya penuh keyakinan.

Salah satu bukti nyata keberhasilan mereka adalah Angga, seorang pasien yang kini telah pulih setelah menjalani perawatan dan pendampingan di Yayasan Keswa Ranum. Dengan penuh rasa syukur, Angga kini ikut membantu pasangan Ai dan Feryato sebagai operator administrasi, mengurus data keluar-masuk setiap pasien.
“Saya dulu pernah dalam kondisi yang sangat sulit, tapi Ibu Ai dan Bapak Feryato tidak pernah menyerah merawat saya. Sekarang, setelah pulih, saya ingin membalas kebaikan mereka dengan ikut membantu di sini. Saya merasa hidup saya lebih berarti,” tutur Angga dengan mata berbinar.

Kisah hidup Ai Rusmiati dan Feryato menjadi cermin kemanusiaan yang langka di tengah kehidupan yang serba Materialistis juga individualistis. Mereka telah membuktikan bahwa kepedulian serta cinta kasih tidak memerlukan fasilitas besar atau dana melimpah – cukup hati yang tulus dan niat yang kuat untuk peduli menolong sesama.
Baca juga: Puskesmas Salam Gelar Publikasi Data Stunting Tingkat Kelurahan
Kini, melalui Yayasan Keswa Ranum, keduanya terus berjuang agar para pasien ODGJ yang mereka rawat bisa hidup lebih layak, sehat, dan memiliki kesempatan untuk kembali diterima masyarakat. Semangat dan ketulusan mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa kebaikan sejati akan selalu menemukan jalannya, bahkan di tengah keterbatasan.
Sebagai masyarakat, sudah seharusnya kita membuka mata dan hati terhadap pentingnya kepedulian akan kesehatan jiwa. Para relawan seperti Ai Rusmiati dan Feryato tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan dukungan nyata dari Pemerintah, lembaga sosial, serta masyarakat luas agar mereka yang mengalami gangguan jiwa dapat memperoleh penanganan yang layak juga manusiawi. Karena sejatinya, kesehatan jiwa adalah bagian dari kemanusiaan itu sendiri.
Red-
