SMA Negeri 1 Maron Meningkatkan Mutu Pendidikan Meraih Prestasi
Probolinggo, http://medianuansasinarnews.com- Kamis 21 Agustus 2025. Peningkatan Mutu Pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Maron (ELFIRA RUSTINA S.pd) dan semua dewan Guru dan TAS sejumlah 33 orang selalu berupaya untuk mencerdaskan Siswa-Siswi yang berjumlah 420 yang diselaraskan dengan VISI, MISI Sekolah dan TUJUAN SMA NEGERI 1 MARON Visi – SMA Negeri 1 Maron adalah: “M E R D E K A”
Mandiri, Elaborasi, Ramah lingkungan, Dinamis, Efektif, Kreatif, Adaptif berlandaskan IMTAQ.
Secara filosofi Visi SMAN 1 Maron dapat dijelaskan melalui makna yang terkandung didalamnya, yaitu :
Mandiri : Peserta didik memiliki kemampuan akademis, non akademis dan keterampilan mempunyai prakarsa atas pengembangan diri dan prestasinya dan didasari pada pengenalan kekuatan serta keterbatasan dirinya serta situasi yang dihadapi, dan bertanggung jawab atas proses dan hasilnya serta mampu mengelola dirinya sendiri (pikiran, perasaan, tindakan) untuk mencapai tujuan pribadinya ataupun tujuan bersama.
Elaborasi: Peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis, berpikir, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut serta melakukan kegiatan yang menumbuhkan rasa percaya diri dan mengembangkan rasa tanggung jawab.
Ramah Lingkungan: Seluruh warga sekolah mewujudkan upaya konservasi air, konservasi energy dan inovasi terkait PRLH, bekerja sama mewujudkan lingkungan yang nyaman dan aman agar kondusif belajar mengajar.
Dinamis : Selalu bergerak mengikuti perkembangan zaman dengan menjaga kelestarian lingkungan
Efektif : Peserta didik dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan.
Kreatif: Peserta didik mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Adaptif: Mampu menyesuaikan diri di era global yang berwawasan lingkungan Misi-SMA Negeri 1 Maron
Untuk mencapai visi dan membentuk Karakter Profil Pelajar Pancasila, maka SMA Negeri 1 Maron menetapkan misi sebagai berikut. Mengembangkan rasa solidaritas dan toleransi peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.
Mengembangkan karakter peserta didik melalui pembelajaran yang berbasis kearifan lingkungan dan pengembangan kultur budaya sekolah.
Membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui kegiatan dan pembiasaan keagamaan di sekolah. Mengembangkan jaringan dengan lembaga-lembaga pendidikan baik local maupun nasional untuk peningkatan kualitas dan pengembangan sekolah. Meningkatkan pembelajaran yang dapat mengembangkan wawasan peserta didik dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
Mengembangkan sikap kreatif melalui intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Mengembangkan potensi diri peserta didik menjadi manusia yang tangguh menghadapi persaingan global. Mengembangkan karakter peserta didik untuk cinta tanah air dengan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan berwawasan lingkungan Membentuk peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap keluarga, sekolah, bangsa dan negara serta alam dan lingkungannya dengan mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, aman, dan ramah serta kondusif untuk belajar.
Tujuan SMA Negeri 1 Maron Tujuan sekolah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Secara lebih rinci tujuan SMA Negeri 1 Maron adalah sebagai berikut :
Menanamkan dasar – dasar budi pekerti, akhlak mulia dan nilai-nilai agama. Terlaksananya kegiatan pembelajaran yang efektif dan inovatif sehingga diperoleh hasil yang memuaskan. Terlaksananya koordinasi dan kerja sama yang baik dengan semua stake holder yang ada. Terlaksananya Tugas Pokok dan Fungsi dari masing-masing komponen sekolah.
Terlaksananya tata tertib dan segala ketentuan yang mengatur operasional sekolah, baik pegawai maupun peserta didik. Mengembangkan Kemitraan dengan lembaga-lembaga Perguruan Tinggi. Terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas. Meningkatkan mutu lulusan dibuktikan dengan peserta didik dapat melanjutkan di perguruan tinggi maupun di sekolah kedinasan. Memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana pengembangan pendidikan Meningkatkan peran serta peserta didik di berbagai lomba di bidang ekstrakurikuler, kokurikuler maupun intrakurikuler.
Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, aman, dan ramah serta kondusif untuk belajar.
Baca juga: BNPT Dipuji PBB dalam Perlindungan Hak Korban Terorisme
Oleh karena itu dengan kesemangatan kepala sekolah dan semua dewan guru SMA Negeri 1 Maron berhasil menghantarkan siswa-siswi meraih prestasi kejuaraan lomba di tingkat Jawa Timur diantaranya BROZE MEDAL Cabor Arum Jeram & Cabor PDBI ( Persatuan Dromben Indonesia ) Tingkat PORPROV Jatim IX 2025, prestasi tersebut diperoleh (Istiqomah Amilia P) Lomba Cabor PDBI (Tutik Hariani) lomba Cabor PDBI (Shaqina Nayla F) lomba Cabor ARUM JERAM (Desty Prastika) lomba Cabor PDBI.
Selain prestasi di bidang non akademik di tahun 2025 SMAN 1 Maron juga berhasil meraih prestasi dibidang akademik, 7 siswa berhasil lolos Lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA/SMK/ MA tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih oleh:
1.Inda Lidiawati – Biologi
2.Ifa Dwi S – Kimia
3.Citra Ayu W -Ekonomi
4.Oktavia Ayu – Geografi
5.Aritania N – Astronomi
6.Arifa Tri Y – Astronomi
7.M. Sulton – Astronomi
Di dalam meningkatan mutu pendidikan perlu suatu proses atau upaya untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Untuk Meningkatan Mutu Pendidikan tidak semudah membalek kan telapak tangan tetapi masih perlu perjuangan dan kesabaran untuk memprestasikan siswa dan Siswi di Akademik dan Non Akademiknya.
Meningkatkan Mutu Pendidikan perlu supervisi Akademik agar tercapai mengembangkan proses belajar mengajar menjadi lebih baik.
“Untuk mencapai tujuan pendekatan tersebut harus dilakukan secara direktif, kolaboratif, atau non direktif, dengan mempertimbangkan tingkat kematangan konseptual serta komitmen seorang guru, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dapat menjadi langkah awal untuk tercapainya pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.
(Yib-mas)
