Strategi Percepatan Penurunan Stunting Puskesmas Besuk
Probolinggo, http://medianuansasinarnews.com- 4 Juli 2025. Kepala Puskesmas Besuk menegaskan bahwa stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih. Meskipun angka stunting sudah mengalami penurunan, upaya untuk mengatasi masalah ini tetap menjadi prioritas utama.
Dalam keterangannya, Ibu Kapus menyampaikan bahwa stunting masih menjadi perhatian serius di wilayah-wilayah Puskesmas Besuk. Oleh karena itu, upaya untuk percepatan penurunan stunting terus dilakukan.
Untuk mempercepat penurunan stunting, Puskesmas dan Posyandu memantau Pertumbuhan Balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS); Pemberian Kapsul Vitamin A; Praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pendidikan gizi Ibu Balita; Minum Tablet Tambah Darah bersama untuk mengatasi Anemia pada Remaja Putri, serta penyuluhan pada Kelas Ibu Hamil.
Pemberdayaan masyarakat melalui Kader Posyandu untuk membantu memberikan edukasi kepada masyarakat. Para kader di Posyandu memberi Penyuluhan PMBA yang diberikan di Posyandu. Hasil dari penyuluhan ini harus dipraktikkan di rumah supaya Balita mendapatkan asupan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga daya tahan tubuhnya menjadi lebih baik, dan anak jarang sakit, terhindar dari risiko stunting.
Tidak hanya kepada bayi dan Balita, para ibu hamil dianjurkan untuk rutin mengikuti kelas ibu hamil agar ibu dan calon anak seha, serta terhindar dari risiko stunting.
Baca juga: JALIN SINERGITAS, DANKORMAR HADIRI UPACARA HARI BAYANGKARA KE 79 TAHUN 2025.
Demikian pula pada remaja. Mereka ditekankan untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur agar terhindar dari Anemia (kurang darah). Konsumsi TTD bermanfaat sekaligus untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan sebagai persiapan menjadi calon ibu kelak yang sehat.
Harapannya dengan dilakukan intervensi spesifik dan sensitif, akan dapat menurunkan angka stunting.
(Mas Yib)
