Diduga Kurangnya Pengawasan – Pembangunan Jembatan Bailey Mangkrak.
Muratara, http://medianuansasinarnews.com- Bergulirnya waktu setelah paska banjir bandang melanda Bumi berselang serundingan pada saat itu putusnya beberapa akses penghubung Desa juga jalur utama masyarakat yang ingin keluar masuk menuju Kota Kabupaten salah satunya yang berada di Desa Suka Menang Kecamatan Karang Jaya Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan. Sabtu(19/04/2025).
Hasil pantauan tim organisasi Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Muratara dilapangan, bahwa pembangunan salah satu jembatan beiley yang dibangun sebagai akses transportasi masyarakat, jembatan putus akibat terjangan derasnya arus banjir, mangkrak akibat dugaan kurangnya pengawasan.
Berdasarkan hasil wawancara tim organisasi iwoi Muratara melaui pelaksana teknis
Baca Juga: Giat Patroli Malam Polsek Meranti Ciptakan Rasa Aman Dan Nyaman
Yopan, pelaksana teknis membenarkan adanya pembangunan infrastruktur Jembatan yang mangkrak. “Akses ini pada tahap awal kemarin, namun masalah tersebut, sudah diselesaikan dan sudah dilaksanakan pada saat ini yakni pembangunan tahap kedua,” ucapnya.
Adapun beberapa kendala pada tahap awal, diantaranya pembebasan lahan pembangunan, kontrak pemakaian alat operasi pembangunan, seperti molen pengaduk material, perahu penyebrangan alat material.
“Itupun kami kontrak berdasarkan aturan dan penggunaan serta penyediaan anggaran yang ada,” keluh Yopan

Lanjutnya, “terkait permasalahan yang tadi, merupakan kesalahan patal dan kurangnya pendekatan pihak media serta kurangnya pengawasan, sehingga terjadinya permasalahan yang berujung penyetopan dan proses pembangunan nya terkendala serta dilanjutkan pada tahap ke 2 dengan dana 400jt, meneruskan dana yang tahap awal yakni 4 milyar,” tambah Yopan
“Sekali lagi, kedepannya selama pembangunan ini berlanjut, yang akan dilaksanakan kurang lebih 80 hari karja, apapun permasalahannya silahkan temui saya langsung untuk informasi lapangan yang tepat dan akurat,” tutup Yopan.
Baca Juga: Tegas! Polsek Sebangki Razia Knalpot Brong, Warga Dukung Penertiban
Ditempat yang berbeda, masyarakat sekitar menuturkan bahwa pembangunan yang awalnya dipekerjakan dari kontraktor juga CV dari luar diambil alih oleh kontraktor juga CV lokal masyarakat Desa setempat yang berujung pada penyetopan pembangunan jembatan.
Pembangunan jembatan darurat yang seharusnya selesai 80 (delapan puluh) hari kalender kerja sampai saatnya belum juga rampung, jembatan darurat di bangun untuk sementara, dibangunnya kembali jembatan permanen yang ambruk diterjang banjir bandang satu tahun yang lalu.
Masyarakat sekitar berharap agar jembatan darurat cepat selesai guna mempercepat proses pembuatan jembatan permanen kembali.
(Somad Aryadi)
