Hotel dan Restoran di Pangandaran Didorong Wajib Miliki IPAL demi Menjaga Lingkungan Wisata
Pangandaran, http://medianuansasinarnews.com- Setiap perusahaan hotel dan restoran di Kabupaten Pangandaran didorong untuk memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna menjaga kebersihan lingkungan serta menunjang sektor pariwisata.
Pimpinan Javakari melalui HRD Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT), Dian Andrian, mengatakan keberadaan IPAL sangat penting agar limbah yang dihasilkan dari hotel, restoran, maupun rumah tinggal tidak langsung dibuang ke lingkungan tanpa proses pengolahan. “Pengolahan limbah harus melalui tahapan tertentu agar air yang dibuang sudah tidak mengandung zat berbahaya dan tidak mengganggu aktivitas wisatawan di kawasan pantai,” ujarnya saat ditemui di Pantai Timur Pangandaran, Rabu (02/04/2026).
Baca juga: Dari Tukang Sapu hingga Kursi Menteri: Kisah Inspiratif Paiman Raharjo
Ia menjelaskan, proses pengolahan limbah dimulai dari pengambilan limbah dari hotel, rumah makan, maupun rumah tinggal yang menjadi mitra kerja, kemudian dibawa ke Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu untuk diproses melalui beberapa tahapan.

Limbah tersebut ditampung terlebih dahulu di bak penampungan, kemudian diuraikan dengan bantuan bakteri hingga melalui sekitar delapan tahapan proses pengolahan. Setelah melalui proses tersebut, air limbah menjadi lebih jernih dan aman untuk dibuang ke lingkungan. Kapasitas bak pengolahan yang dimiliki saat ini mampu menampung hingga 500 meter kubik limbah.
Selain menerima jasa pengolahan limbah, pihaknya juga memproduksi alat Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dapat digunakan oleh hotel, restoran, maupun rumah tinggal.
Baca juga: HUT ke-6 RSUD Pandega Pangandaran Usung Tema “Raksa Rahayu”
Menurut Dian, sistem IPAL yang digunakan juga diterapkan pada pengolahan limbah dapur melalui beberapa tahapan, mulai dari penampungan awal, pemisahan lemak dan minyak melalui greasetrap, proses penguraian dengan bakteri, hingga filtrasi akhir sebelum air dibuang ke bak resapan. “Setelah melalui seluruh proses tersebut, air limbah sudah jernih dan tidak berbau sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan,” pungkasnya.
(Rachmat)
