Campak Datang Diam-Diam, Kenali Tandanya Sejak Dini – Bincang Seputar Kesehatan Bersama dr. Dyah Rahmawati, Sp.A.,
Pangandaran, http://medianuansasinarnews.com- Penyakit campak masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak. Meski kerap dianggap sebagai penyakit biasa, campak dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat. Dalam sesi “Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan”, dokter spesialis anak RSUD Pandega Pangandaran, dr. Dyah Rahmawati, Sp.A, mengingatkan bahwa campak sering datang secara diam-diam dengan gejala awal yang menyerupai penyakit ringan.
“Banyak orang tua mengira ini hanya demam biasa atau flu. Padahal, itu bisa menjadi tanda awal campak,” ujar dr. Dyah, Rabu (09/04/2026). Kenali Gejala Awal Campak
Menurut dr. Dyah, campak biasanya diawali dengan beberapa gejala yang tampak ringan, antara lain:
● Demam tinggi
● Batuk dan pilek
● Mata merah (konjungtivitis)
● Anak tampak lemas dan kurang nafsu makan
Setelah beberapa hari, biasanya akan muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Pada fase ini, kondisi anak perlu mendapat perhatian khusus.

Mengapa Campak Perlu Diwaspadai?
dr. Dyah menjelaskan bahwa campak bukan sekadar penyakit ruam biasa. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga gangguan pada otak. “Terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah, risiko komplikasi bisa lebih tinggi,” tuturnya.
Baca juga: TKA SMP 2026 Dimonitor Langsung, Pemkot Cimahi Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pencegahan adalah Kunci
Langkah paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui imunisasi. Selain itu, menjaga kebersihan serta menghindari kontak dengan penderita juga menjadi langkah penting untuk mencegah penularan. Orang tua diimbau untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada campak, terutama jika disertai ruam dan demam tinggi.
Pesan untuk Orang Tua, dr. Dyah menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini.
“Jangan menunggu sampai gejala menjadi berat. Semakin cepat dikenali, semakin baik pula penanganannya,” tegasnya. Melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan angka kejadian campak dapat ditekan sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
(Rachmat)
