Disdikpora Pangandaran Bangun Karakter 138 Ribu Siswa melalui Kick Off Penanaman Jagung
Pangandaran, http://medianuansasinarnews.com- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran menggelar Kick Off Penanaman Jagung sebagai bagian dari pembelajaran ekologi dan penguatan pendidikan karakter bagi 138 ribu siswa dari 786 sekolah se-Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Parigi dan dilaksanakan secara virtual, Rabu (19/02/2026), dihadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Wakil Bupati H. Ino Darsono, unsur Forkopimda, Kepala Disdikpora beserta jajaran, serta para camat.
Bupati Citra Pitriyami menyampaikan bahwa program ini menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal proses budidaya jagung sejak dini, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, perawatan, hingga pengolahan hasil panen. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi pembelajaran ekologi sekaligus dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Ia berharap melalui pendidikan karakter sejak dini, minat generasi muda terhadap sektor pertanian kembali tumbuh, terlebih Pangandaran memiliki potensi besar sebagai daerah agraris.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, menegaskan program ini bukan sekadar seremonial, melainkan pembelajaran berbasis praktik langsung yang melibatkan seluruh siswa, mulai dari penyediaan lahan, bibit, pemeliharaan hingga panen.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi memahami proses produksi pangan secara langsung. Dari menanam hingga mengelola hasilnya. Ini bagian dari pendidikan karakter, kemandirian, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Baca juga: Program MBG Jangan Dirusak Dengan Makanan Yang Tidak Layak
Ia menambahkan, hasil panen nantinya juga menjadi bagian dari pembelajaran pengelolaan keuangan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga siswa tidak hanya memahami pertanian, tetapi juga memiliki dasar literasi finansial.
Program ini diharapkan berjalan berkelanjutan dan menjadi model pembelajaran yang mampu membentuk generasi produktif serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.
(Rachmat)
