Kurma dan Kolak Jadi Takjil Favorit Ramadan, Ini Penjelasan Dokter RSUD Pandega Pangandaran
Pangandaran, http://medianuansasinarnews.com- Bulan suci Ramadan identik dengan berbagai hidangan takjil untuk berbuka puasa. Di Indonesia, dua menu yang hampir selalu hadir di meja berbuka adalah kolak dan kurma. Namun, di antara keduanya, mana yang lebih baik dikonsumsi saat berbuka puasa? Dokter spesialis jantung dari RSUD Pandega Pangandaran, Naligafiar Puratmaja, menjelaskan bahwa keduanya memiliki manfaat, namun kurma memiliki keunggulan dari sisi kesehatan serta anjuran dalam berbuka puasa.
Menurutnya, setelah berpuasa seharian tubuh mengalami penurunan kadar gula darah sehingga membutuhkan asupan yang dapat dengan cepat mengembalikan energi. “Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh, sehingga sangat baik dikonsumsi saat berbuka untuk mengembalikan energi secara cepat setelah berpuasa,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di RSUD Pandega Pangandaran, Jumat (06/03/2026).
Selain itu, kurma juga mengandung serat, kalium, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk membantu menjaga kesehatan jantung.
Sementara itu, kolak yang biasanya terdiri dari pisang, ubi, santan, dan gula merah juga memiliki nilai gizi. Namun, kandungan santan dan gula yang cukup tinggi membuat konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes atau kolesterol tinggi.
“Kolak boleh saja dikonsumsi sebagai menu takjil, tetapi sebaiknya dalam porsi yang tidak berlebihan. Yang paling dianjurkan untuk berbuka tetap dimulai dengan kurma atau air putih terlebih dahulu,” jelasnya.
Dalam ajaran Islam, berbuka puasa dengan kurma juga merupakan sunnah yang dianjurkan. Dengan demikian, selain memberikan manfaat kesehatan, kurma juga memiliki nilai ibadah bagi umat Muslim yang menjalankan puasa.
Dr. Naligafiar juga mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan pola makan sehat selama Ramadan dengan memilih takjil yang tidak berlebihan gula maupun lemak, serta tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka. “Dengan pola makan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan sehat dan tetap menjaga kondisi tubuh selama bulan Ramadan,” tuturnya.
(Rachmat)
