Susur Sungai dan Sidak Industri, Satgas Citarum Harum Perketat Pengawasan Limbah
Kabupaten Bandung, http://medianuansasinarnews.com- Dalam upaya memastikan pengelolaan limbah industri tetap aman bagi lingkungan, Satgas Citarum Harum terus melakukan pengawasan intensif di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Pada Selasa, 28 April 2026.
Dansatgas Citarum Harum Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, S.H., melaksanakan rangkaian kegiatan mulai susur Sungai Citarum hingga inspeksi mendadak (sidak) terhadap instalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri di wilayah Sektor 2 Kabupaten Bandung.
Dalam kegiatan Sidak limbah industri Dansatgas Citarum Harum Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto di dampingi Dansektor 2 Kolonel Infanteri Dwi Krisyanto, Baops,Dansub dan anggota Satgas Citarum Harum Sektor 2 di Sub Sektor 2.
Baca juga: Pemkab Muratara Gelar Rakor Kabupaten Layak Anak Tahun 2026.
Dansatgas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan yang selama ini menjadi perhatian utama dalam program pemulihan Sungai Citarum.
“Kami hari ini melaksanakan dua kegiatan utama. Pertama, menyusuri aliran Sungai Citarum menggunakan perahu untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Kedua, melakukan sidak terhadap IPAL industri guna memastikan pengelolaan limbah telah sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkapnya.
Dari hasil susur sungai, Satgas masih menemukan adanya aliran limbah yang belum memenuhi baku mutu, khususnya yang berasal dari wilayah Rancaekek. Selain itu, permasalahan klasik berupa sampah domestik yang dibuang oleh masyarakat ke sungai juga masih menjadi tantangan serius dalam upaya pemulihan ekosistem Sungai Citarum.

“Kami masih menemukan limbah yang belum sesuai baku mutu, serta sampah dari warga yang dibuang langsung ke aliran sungai. Ini menjadi perhatian bersama, karena keberhasilan program Citarum Harum tidak hanya bergantung pada industri, tetapi juga kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Selain pemantauan di sungai, Satgas juga melakukan pengecekan langsung ke beberapa perusahaan, di antaranya PT Insan Sandang dan PT Kahatek.
Pada PT Insan Sandang, ditemukan adanya kendala dalam proses pengolahan limbah, yakni belum optimalnya tahapan pendinginan dalam sistem IPAL. Hal tersebut berdampak pada suhu air limbah yang dikeluarkan, sehingga belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.
“Di PT Insan Sandang terdapat kekurangan pada proses pendinginan. Hal ini sudah diakui oleh pihak perusahaan dan memang berpengaruh terhadap suhu air yang keluar dari IPAL. Kami telah meminta agar segera dilakukan perbaikan,” jelasnya.
Sementara itu, hasil pengecekan di PT Kahatek menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah menjalankan pengelolaan limbah dengan baik. Sistem IPAL yang dimiliki sudah dilengkapi dengan teknologi sparing atau pemantauan online yang terhubung langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga memungkinkan pengawasan dilakukan secara real time.
“PT Kahatek sudah cukup baik. Sistemnya sudah terintegrasi dengan pemantauan langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, perusahaan ini juga telah berorientasi ekspor, sehingga secara tidak langsung mendapatkan pengawasan tambahan dari pihak luar negeri,” tambahnya.
Baca juga: Sinergi Pemerintah Bersama Dunia Usaha Kabupaten Muratara.
Dansatgas memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah mematuhi regulasi dan menunjukkan komitmen terhadap perlindungan lingkungan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh pelaku industri, baik skala besar maupun kecil, harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga kualitas lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang telah taat aturan. Harapan kami, seluruh perusahaan tanpa terkecuali dapat mematuhi ketentuan yang berlaku demi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengawasan terhadap pencemaran lingkungan dapat semakin optimal dan program pemulihan Sungai Citarum dapat berjalan secara berkelanjutan.
Red-
