Pemdes Angkat Bicara Dengan Beredarnya Berita Keluhan 10 Anggota Linmas Dan Guru Ngaji Desa Tanjung Agung.
Muratara, http://medianuansasinarnews.com-
Pemerintah Desa klarifikasi dengan beredarnya berita 10 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) mengeluhkan insentif kemudian diterbitkan berita guru ngaji yang mencoreng nama Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan, Kamis ( 10/09/2026).

Dalam terbitan media online tersebut menyatakan bahwa Linmas(Hansip) didesa tersebut belum menerima insentif hampir tujuh bulan membuat heboh dikalangan masyarakat hingga pemdes Desa setempat angkat bicara.
Arli Sahrin, Kepala Desa Tanjung Agung, menuturkan bahwa berita yang beredar tidak sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya, Pihak pemdes Desa Tanjung Agung merasa Berita Yang di viral kan oleh salah satu media online tersebut sepertinya kurang tepat.
” Pemdes Tanjung Agung sudah mengeluarkan insentif 10 anggota perlindungan masyarakat( Linmas/Hansip) sesuai dengan yang di SK, kalau yang dua bulan terakhir memang belum”, ucap kades dihadapan awak media.
Ditempat yang berbeda, Kaur Keuangan Marpen, Menyampaikan bahwa insentif linmas Atau Hansip didesa sudah dibayar TW l dan TW ll ( selama 6 bulan ) terhitung sejak dari bulan Januari 2026 sampai dengan Juni 2026, sementara TW lll menang belum dibayar menunggu perbup serta juknisnya.
“TW lll(tiga) bulan juli 2026 sampai dengan September 2026 belum kemungkinan akan dibayar pada bulan Oktober 2026”, tegasnya.
Pemdes juga menyayangkan media yang menerbitkan berita tampa konfirmasi terlebih dahulu kepada pemerintah Desa, bahkan berita media tersebut berlanjut ke honorer guru ngaji di desa Tanjung Agung, seharusnya media paham sekarang ini adanya pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat.
” Efisiensi anggaran pusat berdampak terhadap anggaran Daerah, untuk insentif buat guru ngaji tidak termasuk didalam kegiatan prioritas anggaran DD juga ADD, maka honor guru ngaji kita tiadakan untuk ditahun 2026, ucap kaur keuangan Desa Tanjung Agung.
Lanjutnya, Sekarang ini semua musti tahu memang terjadi efisiensi anggaran, masyarakat berhak mengetahui bagaimana kebijakan tersebut diterapkan, persoalan tersebut menjadi sorotan publik seharusnya media paham, tegasnya.
Pemberitaan yang membuat banyak pertanyaan dan membuat gadu masyarakat Desa Tanjung Agung dengan adanya berita pembayaran honor guru ngaji dan keluhan 10 anggota Linmas yang diterbitkan media online di media sosial.

Pemdes juga transparan untuk informasi penggunaan anggaran desa, dikantor Desa sudah terpampang dipasang oleh pemerintah Desa Baleho kegiatan anggaran yang diprioritaskan juga tercantum, masyarakat setempat sudah jelas tahu.
Pemdes dan Masyarakat setempat berharap setiap berita harus di sesuaikan dengan fakta dan berimbang untuk disajikan ke publik agar dapat menciptakan kondisi kondusif dilingkungan serta tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
(Somad Aryadi)
