Polda Jabar–BNNP Jabar Perkuat Sinergi, Bidik Dalang di Balik Jaringan Obat Terlarang Lintas Provinsi
BANDUNG | MEDIA NUANSA SINAR NEWS — Komitmen Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dalam memerangi peredaran gelap narkotika dan obat keras tertentu terus diperkuat. Bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat, kepolisian kini mengintensifkan pengawasan sekaligus memburu jaringan yang berada di balik rantai distribusi obat-obatan terlarang.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya yang dalam perkembangannya mulai menyasar kelompok usia remaja di sejumlah daerah.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan bahwa pemberantasan tidak berhenti pada pengungkapan kurir maupun pengedar di tingkat hilir. Aparat penegak hukum juga terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan utama hingga pihak yang diduga menjadi otak di balik distribusi obat-obatan terlarang.
«“Kami terus akan melakukan upaya-upaya pengungkapan bukan hanya sekadar para pengedarnya tapi kepada otak-otak pelaku yang mendistribusikan dari mana pun walaupun itu lintas provinsi,” tegas Irjen Pipit saat memberikan keterangan di Polda Jabar, Jumat (7/8/2026).»
Menurutnya, pengembangan perkara hingga ke jaringan pemasok menjadi salah satu strategi penting untuk memutus mata rantai peredaran zat berbahaya yang berpotensi memicu berbagai persoalan sosial dan tindak kriminal di masyarakat.
Perkuat Kolaborasi Antarlembaga
Polda Jabar juga menekankan bahwa pemberantasan narkotika dan obat terlarang membutuhkan kerja bersama lintas institusi. Karena itu, sinergi dengan BNN dan BNNP Jawa Barat terus diperkuat, mulai dari pengawasan jalur distribusi, pertukaran informasi, hingga penindakan terhadap jaringan yang teridentifikasi.
“Ini juga hadir di sini dari BNN juga BNNP tentunya kita harus memperkuat kolaborasi kepada semua pihak,” ujar Irjen Pipit.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan pemberantasan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi mampu menyentuh akar persoalan dan jaringan pemasok yang selama ini menjadi penggerak utama peredaran obat-obatan terlarang.
Sikap tegas Polda Jabar bersama BNNP Jawa Barat ini sekaligus menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga keamanan masyarakat serta memberikan perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat keras tertentu.
Dengan membidik jaringan lintas provinsi hingga aktor utama di balik distribusi, upaya pemberantasan diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran gelap obat-obatan terlarang.
Bandung, 7 Agustus 2026
Editor: MR
Sumber: Bid Humas Polda Jabar

