Pra Rembuk Stunting Desa Purworejo Perkuat Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas
KENDAL – Pemerintah Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, menggelar kegiatan Koordinasi Pra Rembuk Stunting di Balai Desa Purworejo, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Purworejo H. Ahmad Zaeni, Camat Ringinarum, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kecamatan Ringinarum, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), bidan desa, kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Karang Taruna, DPD Limas, serta unsur terkait lainnya.
Kepala Desa Purworejo, H. Ahmad Zaeni, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Harapan saya, rembuk stunting tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan program-program nyata yang memberikan dampak langsung bagi keluarga sasaran serta meningkatkan kualitas generasi masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kecamatan Ringinarum, Nita Zuibadah, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM), bidan desa, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan rembuk stunting berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, validasi data sasaran, pemahaman tugas masing-masing pihak, pengisian aplikasi eHDW, hingga penyusunan usulan kegiatan percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara optimal agar dapat diintegrasikan dalam Musyawarah Desa dan penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2027.
Ia juga mengapresiasi sinergi lintas sektor yang telah terbangun di Kecamatan Ringinarum.
“Pra Rembuk Stunting ini merupakan langkah yang patut diapresiasi sebagai bentuk persiapan menuju forum Rembuk Stunting yang sesungguhnya. Model koordinasi seperti ini layak menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Ringinarum agar pelaksanaan rembuk stunting benar-benar menghasilkan program yang berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Ringinarum menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya percepatan penurunan stunting melalui pendataan keluarga sasaran, pendampingan keluarga berisiko stunting, edukasi gizi, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan Posyandu.
Ia menegaskan bahwa hasil Rembuk Stunting nantinya harus diwujudkan menjadi program desa yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, kader kesehatan, PKK, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Pendamping desa turut mengingatkan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi merupakan masalah serius yang berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya asupan gizi bagi ibu hamil dan balita, pola asuh yang belum optimal, keterbatasan akses sanitasi dan air bersih, serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi keluarga.
Melalui Pra Rembuk Stunting ini, seluruh pihak diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat desa, menetapkan sasaran prioritas, serta merumuskan langkah-langkah pencegahan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan demi mewujudkan Desa Purworejo yang bebas stunting serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
(Affa)
