PSI Cimahi Dorong Evaluasi Berkelanjutan, Pemkot Diminta Buka Capaian 17 Program Strategis

CIMAHI, NUANSASINARNEWS.COM – Memasuki tahun kedua kepemimpinan Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Cimahi mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi untuk membuka secara transparan capaian 17 program strategis yang menjadi bagian dari janji politik pasangan tersebut pada Pilkada 2024.
PSI menilai keterbukaan informasi mengenai realisasi program menjadi hal penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana janji politik pemerintah telah diwujudkan, termasuk dampak nyata yang dirasakan masyarakat serta penggunaan anggaran daerah.
Ketua Harian PSI Kota Cimahi, Leonardo, menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah program pemerintah yang telah berjalan, di antaranya pemberdayaan masyarakat, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan layanan kesehatan, program 10.000 sumber daya manusia (SDM) siap kerja, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Meski demikian, menurut Leonardo, peluncuran program tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator keberhasilan. Pemerintah perlu menyampaikan data dan capaian yang terukur agar masyarakat memperoleh gambaran objektif mengenai perkembangan setiap program.
“Bagi kami, persoalannya bukan sekadar apakah program tersebut sudah diluncurkan. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, sudah sejauh mana target janji tersebut benar-benar tercapai dan dirasakan masyarakat?” ujar Leonardo saat diwawancarai Kabaran Jabar, Selasa (6/10/2026).
Program 10.000 SDM Siap Kerja Perlu Dievaluasi
Leonardo mencontohkan program 10.000 SDM siap kerja yang ditargetkan berlangsung selama lima tahun. Menurutnya, Pemkot Cimahi perlu memublikasikan data perkembangan program tersebut secara berkala.
Data yang diminta mencakup jumlah masyarakat yang telah mengikuti pelatihan, peserta yang memperoleh sertifikasi kompetensi, hingga jumlah peserta yang benar-benar terserap ke dunia kerja.
“Publik berhak mengetahui, sampai saat ini sudah berapa orang yang mengikuti pelatihan, berapa yang mendapatkan sertifikasi, dan berapa yang benar-benar terserap ke dunia kerja,” katanya.
Menurut PSI, keterbukaan data tersebut diperlukan agar keberhasilan program tidak hanya dinilai berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar atau mengikuti pelatihan, tetapi juga berdasarkan hasil konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program BEWARA dan 100 Event Kreatif Jadi Sorotan
Selain program ketenagakerjaan, PSI Kota Cimahi turut menyoroti program BEWARA yang memiliki target 10.000 penerima manfaat.
Leonardo menegaskan bahwa pemerintah perlu menyampaikan informasi terukur mengenai jumlah penerima manfaat, besaran anggaran yang digunakan, serta distribusi program kepada masyarakat.
Evaluasi serupa juga dinilai penting untuk program 100 event kreatif. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur berdasarkan banyaknya kegiatan yang telah diselenggarakan.
Pemerintah perlu mengevaluasi dampak kegiatan terhadap pertumbuhan UMKM, perkembangan ekonomi kreatif, komunitas seni, generasi muda, serta potensi ekonomi daerah.
“Yang perlu kita ukur bukan hanya jumlah kegiatan yang diselenggarakan, tetapi apakah kegiatan tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas seni, anak muda, dan potensi daerah,” ungkapnya.
PSI berpandangan, indikator keberhasilan yang jelas akan membantu masyarakat menilai apakah anggaran dan kegiatan pemerintah telah memberikan hasil yang sebanding dengan tujuan program.
Revitalisasi Stadion Sangkuriang Perlu Kejelasan Tahapan
Di sisi lain, PSI Kota Cimahi menilai masih terdapat sejumlah janji politik yang perlu mendapat perhatian dan evaluasi lebih lanjut. Salah satunya adalah revitalisasi Stadion Sangkuriang.
Leonardo menyebut pemerintah masih menyampaikan target pembangunan dan pengembangan stadion tersebut ke depan. Karena itu, ia meminta agar perkembangan program dijelaskan berdasarkan tahapan pelaksanaan, jadwal, serta capaian yang dapat diukur.
Ia menegaskan, PSI tidak ingin penilaian terhadap pemerintahan hanya didasarkan pada narasi bahwa seluruh janji politik telah gagal. Namun, pihaknya juga tidak menginginkan masyarakat hanya menerima informasi berupa daftar program dan seremoni peluncuran tanpa disertai laporan hasil yang konkret.
“Kami tidak ingin terjebak pada narasi bahwa seluruh janji politik sudah gagal. Itu tidak sesuai dengan fakta. Tetapi kami juga tidak ingin masyarakat hanya diberikan daftar program dan seremoni peluncuran tanpa mengetahui capaian konkretnya,” tegas Leonardo.
PSI Minta Dashboard Evaluasi 17 Program Dibuka ke Publik
Sebagai bentuk dorongan terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, PSI Kota Cimahi meminta Pemkot Cimahi menyediakan dashboard atau laporan evaluasi berkala mengenai perkembangan 17 janji politik yang dapat diakses masyarakat.
PSI mengusulkan setidaknya lima informasi utama dicantumkan dalam laporan setiap program, yakni:
- Target akhir yang ingin dicapai.
- Target pelaksanaan pada tahun 2026.
- Target pelaksanaan pada tahun 2027.
- Realisasi program hingga saat ini.
- Anggaran yang telah digunakan beserta jumlah masyarakat penerima manfaat.
Menurut Leonardo, laporan tersebut akan memudahkan masyarakat, kalangan akademisi, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memantau pelaksanaan program pemerintah secara objektif.
“Menurut kami, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya berapa banyak program yang diluncurkan, tetapi berapa banyak target yang benar-benar selesai dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Janji Politik Dinilai sebagai Kontrak Moral kepada Masyarakat
Leonardo menegaskan PSI Kota Cimahi tetap akan memberikan apresiasi apabila pemerintah berhasil memenuhi janji politiknya. Namun, PSI juga menyatakan akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan kritik apabila masih terdapat target yang belum tercapai.
“Janji politik adalah kontrak moral dengan masyarakat. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui progresnya secara terbuka, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
PSI Kota Cimahi berharap evaluasi terhadap 17 program strategis tersebut dilakukan berdasarkan data, indikator kinerja, realisasi anggaran, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan klaim politik maupun persepsi.
Melalui evaluasi berkelanjutan dan keterbukaan informasi, masyarakat diharapkan dapat mengetahui perkembangan setiap program secara jelas, mulai dari target yang telah tercapai, penggunaan anggaran, jumlah penerima manfaat, hingga pekerjaan yang masih harus diselesaikan sampai akhir masa kepemimpinan.
NUANSASINARNEWS.COM
Inspiratif Mencerdaskan Bangsa
Reporter: Y. Taryadi
