Ratusan Massa Peduli Sungai Rawas Bersama Aliansi Anti Aktivitas PETI Dan Penyelamatan Lingkungan Lakukan Aksi Damai Di Mapolres Muratara
Muratara, http://medianuansasinarnews.com-
Kedatangan massa melakukan aksi damai menjadi sorotan sekaligus bentuk desakan kepada aparat kepolisian dalam memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berlangsung di depan Mapolres Musi Rawas Utara Polda Sumatera Selatan, Rabu (26/08/2026).

Yongki, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh perempuan, bersama ratusan massa menyuarakan keresahan atas aktivitas PETI yang dinilai telah mengganggu kehidupan masyarakat serta berdampak terhadap lingkungan dan sumber air.
Dalam aksinya, Massa mendesak Polres Muratara tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga mengusut secara menyeluruh pihak-pihak yang diduga berada di balik aktivitas PETI. Massa juga meminta proses hukum dilakukan secara terbuka, transparan dan tidak tebang pilih.
Tokoh Pemuda Muratara, Vicko, secara tegas mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani persoalan tersebut. Ia meminta Polres Muratara membuktikan komitmennya dengan menindak seluruh pelaku PETI dan mengungkap dugaan keterlibatan oknum yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.
“Polres Muratara harus menindak tegas pelaku PETI dan mengusut tuntas dugaan oknum yang terlibat secara transparan.”
Kapolres Muratara AKBP Rendi Surya Aditama, secara langsung menerima juga mendengar perwakilan peserta aksi damai dengan berbagai tuntutan yang disampaikan dan menyatakan akan memproses pelaku yang telah diamankan sesuai ketentuan hukum.
“Untuk yang sudah ditangkap akan kita proses sesuai aturan yang berlaku tetapi persoalan PETI tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian dan Penanganannya harus bersama pemerintah daerah, Satgas PETI dan seluruh instansi terkait, tegasnya.
Polres Muratara menyatakan akan menggandeng sejumlah leading sector untuk memperkuat penanganan PETI, baik melalui penegakan hukum maupun upaya pencegahan dan perlindungan lingkungan.
Meski demikian, massa menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan bukti nyata di lapangan, bukan sekadar komitmen yang disampaikan dalam forum dialog.
Keresahan serupa disampaikan tokoh perempuan dari wilayah Bantaran Sungai Rawas. Ia menyoroti kondisi Sungai Rawas yang selama ini menjadi sumber air bagi masyarakat, dengan kondisi sungai semakin memprihatinkan, terutama ketika musim kemarau. Air yang sebelumnya dapat dimanfaatkan masyarakat kini sekarang keruh karena terdampak aktivitas PETI.
Ia juga meminta aparat tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku yang mudah dijangkau, tetapi mengusut pihak-pihak yang diduga menjadi aktor atau memiliki keterlibatan dalam aktivitas PETI.

Aksi yang mendatangi Mapolres tersebut menjadi tamparan bagi Polres Muratara dalam menjawab keresahan masyarakat. Komitmen penegakan hukum dan keseriusan kini ditunggu pembuktiannya melalui tindakan nyata, konkret, transparan dan berkelanjutan.
Masyarakat berharap persoalan PETI tidak kembali berhenti pada rapat, dialog maupun pernyataan komitmen. Mereka meminta aparat bersama pemerintah dan seluruh stakeholder benar-benar turun ke lapangan, menindak pelaku, mengungkap dugaan keterlibatan oknum serta memastikan sumber air dan lingkungan Muratara terlindungi.
(Somad Aryadi)
