RSUD Pandega Pangandaran Gelar “Ngobrol Bareng Kesehatan”, Kenalkan Penyakit Jantung Bawaan Sejak Dini
Pangandaran, http://medianuansasinarnews.com- RSUD Pandega Pangandaran kembali menggelar kegiatan Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan dengan tema “Kenali Penyakit Jantung Bawaan” sebagai upaya meningkatkan edukasi dan literasi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Naligafiar Puratmaja, BMedSc (Hons), Ap.JP, FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Pandega Pangandaran, dan berlangsung di Klinik Jantung RSUD Pandega Pangandaran, Jalan Raya Pangandaran–Cijulang, Rabu (05/02/2026).
Dalam pemaparannya, dr. Naligafiar menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak lahir akibat gangguan perkembangan jantung pada masa kehamilan.
“Kelainan ini dapat memengaruhi sekat jantung, katup jantung, maupun pembuluh darah besar yang keluar dan masuk ke jantung,” ujarnya.
Baca juga: Sidak Dapur MBG Cimahi, Wali Kota Pastikan Menu Anak Aman dari Zat Berbahaya
Ia menambahkan bahwa penyakit jantung bawaan memiliki spektrum yang luas, mulai dari kelainan ringan tanpa gejala hingga kelainan berat yang membutuhkan penanganan medis lanjutan. Menurut dr. Naligafiar, gejala PJB dapat bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahan kelainan. Pada bayi dan anak, gejala yang perlu diwaspadai antara lain napas cepat atau sesak, mudah lelah saat menyusu, berat badan sulit naik, kebiruan pada bibir dan ujung jari (sianosis), serta sering mengalami infeksi saluran pernapasan. Sementara pada usia dewasa, keluhan dapat berupa mudah lelah, jantung berdebar, nyeri dada, dan penurunan toleransi aktivitas.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan rutin, terutama pada bayi dan anak yang menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
Pemeriksaan penunjang seperti ekokardiografi menjadi metode utama dalam menegakkan diagnosis secara akurat. “Dengan kemajuan ilmu kedokteran dan teknologi saat ini, banyak kasus penyakit jantung bawaan yang dapat ditangani melalui terapi medikamentosa, kateterisasi, maupun pembedahan jantung, sehingga kualitas hidup pasien tetap optimal,” tuturnya.
Baca juga: Konferensi Pemilihan Ketua PC- PGRI Kecamatan Karang Jaya periode 2025-2030.
Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengenalan gejala, pemeriksaan dini, serta penanganan yang tepat terhadap penyakit jantung bawaan. Edukasi berkelanjutan diharapkan dapat menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Pangandaran.
RSUD Pandega Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif sebagai bagian dari pelayanan promotif dan preventif, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan sadar akan pentingnya kesehatan jantung sejak dini.
(Rachmat)
