Gerobak Kecil, Hati Besar: Kisah Bapak Heri Berbagi Jumat Berkah untuk para Sahabat Jiwa
Cianjur, http://medianuansasinarnews.com- Di depan sebuah masjid, dengan gerobak jus beroda kecil yang sederhana, Bapak Heri menjalani hari-harinya seperti biasa. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan hati yang lapang dan kepedulian yang tak kecil nilainya.
Setiap Jumat, ia rutin menyalurkan 40 paket “Jumat Berkah” untuk para Sahabat Jiwa yang berada di bawah naungan Yayasan Keswa Ranum. Yayasan tersebut beralamat di Jalan KH Saleh, Kampung Leles RT/RW 02/02, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Baca juga: Disdikpora Pangandaran Bangun Karakter 138 Ribu Siswa melalui Kick Off Penanaman Jagung
Pada Jumat, 27 Februari, menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan, suasana haru dan bahagia menyelimuti kegiatan berbagi tersebut. Bagi para Sahabat Jiwa, perhatian dan kepedulian seperti ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang rasa dihargai dan diingat.

Ketua Yayasan Keswa Ranum, Ibu Ai, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian yang terus mengalir. “Alhamdulillah, berkah bagi kami dapat menunaikan amanah yang telah diberikan oleh Bapak Heri selaku hamba Allah dan donatur yang menurut kami sangat luar biasa. Di tengah dunia yang semakin egois, masih ada hamba Allah yang peduli terhadap para Sahabat Jiwa,” ujarnya. Jumat (27/02/2026)
Sementara itu, Bapak Heri sendiri mengaku apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang besar. Ia hanya ingin berbagi dari apa yang ia miliki. “Saya ini hanya penjual jus kecil-kecilan. Tapi saya percaya, rezeki itu ada hak orang lain di dalamnya. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Apalagi di bulan Ramadan, rasanya hati terpanggil untuk berbagi. Semoga apa yang saya berikan bisa menjadi keberkahan untuk semuanya,” ungkap Bapak Heri dengan rendah hati.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang semakin individualistis, langkah kecil dari seorang penjual jus ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak diukur dari besar kecilnya usaha, melainkan dari ketulusan hati. Gerobak kecilnya mungkin sederhana, tetapi nilai kemanusiaan yang ia dorong setiap hari jauh lebih besar dari yang terlihat.
(M. Y Mulyadi)
