Hari Donor Darah Sedunia, PMI CIANJUR Ungkap Krisis Stok Darah Hanya,20, Kantong Tersisa.

Memperhatikan hari Donor darah Sedunia yang jatuh, hari minggu Tanggal.(14/06/2026)Palang merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur menggelar rangkaian kegiatan Yang beralamat di jalan raya,Dr, muwardi, acara ini di gelar di halaman tersebut yang dirangkai dengan berbagai kegiatan bukan sekedar seremonial memainkan menjadi momentum untuk mengungkap kondisi kritis persediaan darah di wilayah tersebut khususnya Cianjur beberapa pekan terakhir.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati,dr,Muhammad Wahyu Ferdian, didampingi unsur Forum komunitas pimpinan daerah kepala organisasi perangkat daerah, beserta jajaran pengurus PMI Selain memberikan apresiasi kepada para pendonor sukarela kegiatan ini bertujuan mengubah pandangan masyarakat agar donor darah dipandang sebagai kebiasaan positif bukan sekadar kewajiban sesaat.
“donor darah adalah wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong setiap tetes darah yang disumbangkan berarti ayawa bagi orang lain kami sangat berharap generasi muda khususnya Gen Zdan milenial menjadikan kegiatan ini sebagai gaya hidup bukan hanya saat ada imbauan darurat, ujar Bupati dr Muhammad Wahyu Kepada wartawan.

Sementara itu ketua(PMI) Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri Menyampaikan tentang terbesar yang dihadapi pihaknya saat ini adalah kesenjangan yang sangat di sayang kan antara jumlah pendaftar dan jumlah darah yang layak digunakan selama periode,6, hingga 13 Juni,2026,PMI telah membuka layanan pengambilan darah di berbagai titik mulai dari wilayah utara cipanas pacet hingga Selatan kadupandak.
dari jumlah total.3.013 orang yang datang mendaftar sebagai calon pendonor hanya.163 orang yang memenuhi syarat kesehatan rata-rata setiap lokasi kegiatan hanya bisa menghasilkan sekitar 150 kantong darah Ungkap Ahmad.
Kondisi ini membuat persediaan darah di PMI Cianjur berada di ambang bahaya, menurutnya standar aman persediaan darah agar bisa melayani kebutuhan mendesak seharusnya minimal. 100 kantong namun dua pekan terakhir ini stok yang tersisa hanya berkisar 20 kantong.
Padahal kebutuhan harian yang harus kami penuhi mencapai 30 kantong darah terutama untuk penderita talasemia yang membutuhkan transfusi secara rutin setiap bulan jika tidak segera tercukupi nyawa pasien terancam, tegasnya.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut PMI Cianjur terpaksa bekerja sama dengan jaringan(PMI)luar daerah seperti Bogor dan Jakarta demi mendapatkan persediaan tambahan bagi pasien dalam kondisi kritis.
Salah satu pertanyaan yang kerap dilontarkan masyarakat adalah mengapa darah yang didapatkan secara cuma- cuma dari pendonor dikenakan biaya saat akan digunakan untuk pengobatan, Ahmad Fikri meluruskan persepsi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
” ini bukan biaya pembelian darah melainkan biaya pengganti proses pengolahan darah tidak bisa langsung dipakai begitu saja harus melalui serangkaian penyakit menular, sterilisasi hingga penyimpanan menggunakan peralatan khusus yang harganya tidak murah semua tahapan ini butuh biaya operasional jelasnya.
Kedepannya pihak PMI akan memperluas sosialisasi secara masif mulai dari tingkat sekolah menengah hingga lingkungan masyarakat agar pemahaman tentang manfaat, prosedur dan pengolahan darah dipahami secara utuh,Harapannya kebutuhan darah di masa mendatang dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari daerah lain . tutup nya.
Jurnalis Media nuansa sinar news. Com
. (Iyus. y )
