Kota Pariaman – Kota Tua nyaris Terlupakan.
Pariaman, Sumatera Barat, medinuansasinarnews.com- 19 November 2023. Pariaman, sebuah Kota Tua di Pantai Barat Sumatera yang telah berperan sebagai Bandar Niaga Internasional sejak tahun 1527, sedangkan Padang belum ada pelabuhan/Bandar Niaga waktu itu, menurut Sejarah banyak disinggahi kapal-kapal dagang dari Eropah, Timur Tengah, bahkan beberapa etnis yang berdagang dari bangsa India/Kaliang, Melayu dan Cina menjadi penduduk dan bertempat tinggal di Pariaman disamping itu juga ada suku Aceh, Nias dan penduduk asli Minangkabau dari Pedalaman/ Darek, menjadi penduduk Pariaman, Jadi bermacam suku/etnis ada di Pariaman.
DALAM RANGKA PERAYAAN HUT KE-1 KODIM 0625/PANGANDARAN, BUPATI BUKA ACARA TRAIL ADVENTURE ULIN BARENG
Menurut ‘Nasrun Jon, sesepuh Deppen Padang Pariaman pegawai yang juga mantan wartawan Harian Haluan ini, mengatakan pada MNS bahwa hal ini sesuai dengan sejarah yang ia pelajari, dan dapat kita buktikan sampai sekarang nama-nama kampung di dalam wilayah Kota Pariaman terdapat Kampung Cino, Kampung Kaliang, Kampung Nias dan lain sebagainya. ‘Nasrun Jon menambahkan, Pariaman sebagai Kota Tua di Sumatera Barat saat ini, dulunya bernama Provinsi Sumatera Tengah, sudah seharusnya Pemerintah baik Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman sekarang, agar menjaga status Kota Tua ini dengan tidak merombak bangunan-bangunan Tua yang telah berusia puluhan, bahkan ratusan tahun, agar kelestariannya tetap terjaga dan terpelihara dengan baik, seperti ada beberapa bangunan rumah dan Kantor yang dibangun sejak zaman Belanda dulu, zaman Jepang dan masa Indonesia Merdeka, mari bersama-sama kita menjaga, memelihara dan melestarikan, sesuai dengan amanat Undang Undang RI, Nomor 11, tahun 2010, tentang Cagar Budaya, sehingga Predikat “Pariaman Kota Tua”, dapat diwariskan ke Generasi-generasi berikutnya.
‘Nasrun Jon dan beberapa tokoh Pariaman, termasuk ‘Ninik Mamak, Bundo Kanduang serta para budayawan dan para ahli sejarah lain nya, sangat berharap kepada pihak-pihak yang berkompeten dibidang cagar budaya, kiranya Kota Pariaman dapat di daftarkan juga, sehingga eksistensinya sebagai Kota Tua dapat diakui oleh semua pihak, seperti Kota Padang dan Kota Sawahlunto.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cianjur Mengadakan ‘Gelar Budaya Lintas Agama’
‘Desrial, mantan Kabid Kebudayaan Solok Selatan, merasa sangat tertarik dengan apa yang diceritakan oleh ‘Nasrun Jon, bahwa ternyata Pariaman lebih dahulu memegang predikat/ status Kota tua dari pada Kota Padang dan Kota Sawahlunto, akan tetapi Kota yang dua ini telah diakui oleh Pemerintah pusat sebagai warisan Budaya. Statusnya telah ditetapkan menjadi cagar budaya melalui usulan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah lll Sumatera yang berkantor di Batu sangkar, Kabupaten Tanah Datar dan Balai Pelestarian Nilai-Nilai Sejarah Provinsi Sumatera Barat di Padang. Untuk itu disarankan kepada Dinas Kebudayaan, agar lebih sering berkonsultasi dengan lembaga yang dua ini, yang saat ini sudah disatukan agar Kota Pariaman dapat pengakuan resmi dari Pemerintah Pusat dan Lembaga Internasional lainnya, yang ada akhirnya Kota Pariaman akan dapat sokongan juga dukungan dana pembinaan setiap tahun.” Pungkasnya.
Rept. Yosef Manday.
