RSUD Pandega Pangandaran Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Anemia pada Anak Melalui Program NGOBATAN
Pangandaran | Nuansa Sinar News
Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan anak, RSUD Pandega Pangandaran kembali menggelar program edukasi Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan (NGOBATAN) dengan mengangkat tema “Bahaya Anemia pada Anak”. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang tunggu Poliklinik RSUD Pandega Pangandaran pada Kamis (6/8/2026), dengan menghadirkan narasumber dr. Jenni Mutiara Saragih, Dokter Umum RSUD Pandega Pangandaran.
Dalam pemaparannya, dr. Jenni menjelaskan bahwa anemia pada anak merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah batas normal, sehingga kemampuan darah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak.
“Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu konsentrasi belajar, hingga berdampak pada perkembangan kognitif apabila tidak ditangani secara tepat,” ujar dr. Jenni.
Ia menambahkan, gejala anemia pada anak sering kali sulit dikenali karena terlihat ringan, seperti wajah pucat, mudah lelah, lesu, berkurangnya nafsu makan, hingga kesulitan berkonsentrasi. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengenali tanda-tanda awal serta memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang.
Selain itu, dr. Jenni mengimbau masyarakat agar memenuhi kebutuhan zat besi anak melalui konsumsi makanan bergizi, seperti daging, hati, ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta buah-buahan yang kaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi secara optimal.
“Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga sangat dianjurkan agar anemia dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tambahnya.
Program NGOBATAN merupakan salah satu bentuk komitmen RSUD Pandega Pangandaran dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara berkesinambungan. Melalui program ini, rumah sakit berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh pasien maupun keluarga pasien yang tengah menunggu pelayanan di poliklinik. Berbagai pertanyaan seputar penyebab, gejala, pencegahan, hingga penanganan anemia pada anak disampaikan peserta kepada narasumber.
Melalui kegiatan edukatif ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan anak terus meningkat, sehingga kasus anemia dapat dicegah sejak dini dan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, aktif, cerdas, serta mencapai potensi tumbuh kembang yang optimal.
(Rachmat)
