TMMD ke-130 Kodim 0625 Pangandaran Prioritaskan Pembukaan Jalan Baru, Hubungkan Desa di Kecamatan Langkaplancar

PANGANDARAN, MEDIANUANSASINARNEWS.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0625 Pangandaran resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026. Program ini memprioritaskan pembukaan dan pengerasan jalan baru guna meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Pembukaan TMMD tersebut berlangsung di Lapangan Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Selasa (13/10/2026). Upacara dipimpin oleh Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Pangandaran, Drs. Rida Nirwana, S.Sos., M.M., yang mewakili Bupati Pangandaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf. Dadi Sutandi, S.E., M.M., beserta istri dan jajaran, Dandim 0625 Pangandaran Letkol Inf. Eko Noviandi Saputro, S.I.P., beserta istri dan jajaran, Wakapolres Pangandaran Kompol Glatiko Nagiewanto, S.H., seluruh Dandim di wilayah Korem 062/Tarumanagara, Wadandenpom III/2 Garut Mayor CPM M. Ridwan, serta sejumlah undangan lainnya.

Pembukaan Jalan Sepanjang 2.600 Meter Jadi Sasaran Utama
Dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Tahun 2026, Kodim 0625 Pangandaran menetapkan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik. Salah satu prioritas utamanya adalah pembukaan jalan baru dan pengerasan sepanjang 2.600 meter untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah Kecamatan Langkaplancar.
Selain pembangunan jalan, sasaran fisik lainnya meliputi pembangunan jembatan Bailey berbahan besi, jembatan pelat besi, pembuatan gorong-gorong, rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), serta pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Program tersebut juga mencakup kegiatan nonfisik dan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dandim 0625 Pangandaran, Letkol Inf. Eko Noviandi Saputro, S.I.P., menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD merupakan bentuk sinergi TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
“Pada TMMD ke-130 Tahun 2026 ini, kami melaksanakan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik. Sasaran fisik di antaranya pembukaan jalan baru yang menghubungkan dua desa di wilayah Kecamatan Langkaplancar sepanjang 2.600 meter, pembangunan gorong-gorong, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor juga menjadi salah satu program penting, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi musim kemarau.
Libatkan 150 Personel, Ditargetkan Rampung dalam 30 Hari
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Kodim 0625 Pangandaran mengerahkan sekitar 150 personel. Pelaksanaan TMMD juga melibatkan personel dari instansi vertikal, pemerintah daerah, serta masyarakat dari wilayah desa yang menjadi sasaran pembangunan.
Menurut Dandim, seluruh pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 30 hari melalui kerja sama dan gotong royong seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berharap melalui program TNI Manunggal Membangun Desa ini, pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Semoga seluruh kegiatan berjalan lancar dan dapat diselesaikan sesuai target,” ungkapnya.
Dorong UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, pelaksanaan TMMD ke-130 juga diharapkan mampu memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya.
Dalam kegiatan pembukaan tersebut, pelaku UMKM turut memanfaatkan kesempatan dengan menjajakan produk mereka, termasuk hasil produksi yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Kehadiran pelaku usaha lokal diharapkan dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat serta memperluas kesempatan pemasaran produk unggulan desa.
Melalui pembangunan jalan, jembatan, fasilitas air bersih, dan pemberdayaan masyarakat, TMMD ke-130 Kodim 0625 Pangandaran diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam kemudahan akses transportasi, peningkatan aktivitas ekonomi, dan kualitas hidup warga.
(Rachmat)
MEDIANUANSASINARNEWS.COM — Inspiratif Mencerdaskan Bangsa
