TROMBOSIS HARI TROMBOSIS SEDUNIA 2026, RSUD PANDEGA AJAK MASYARAKAT KENALI RISIKO DAN CEGAH TROMBOSIS

Pangandaranmedianuansasinarnews,com
Dalam rangka memperingati Hari Trombosis Sedunia Tahun 2026,Penjabat Direktur RSUD Pandega, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M., mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali risiko trombosis, memahami tanda-tandanya, serta melakukan langkah pencegahan guna melindungi kesehatan.
Trombosis merupakan kondisi terbentuknya gumpalan darah (bekuan darah) di dalam pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah , Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat menimbulkan komplikasi kesehatan yang berbahaya apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat (13/10/2026)
Melalui momentum Hari Trombosis Sedunia 2026, RSUD Pandega mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan di setiap tahap kehidupan, untuk lebih peduli terhadap risiko trombosis. Perubahan kondisi tubuh, kehamilan, masa setelah melahirkan, penggunaan kontrasepsi hormonal tertentu, serta faktor risiko lainnya dapat memengaruhi risiko terjadinya pembekuan darah pada sebagian perempuan.
“Kenali risiko dan cegah trombosis, lindungi kesehatan. Mari kita tingkatkan kesadaran akan risiko trombosis, khususnya pada perempuan di setiap tahap kehidupan , Kenali tanda-tandanya dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan informasi serta langkah pencegahan yang tepat,” Ujar Pj. Direktur RSUD Pandega, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M.
Selain itu ,Beliau mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, aktif bergerak, menghindari duduk terlalu lama, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki faktor risiko trombosis. Pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan medis menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan komplikasi.
Masyarakat perlu mewaspadai tanda-tanda trombosis, seperti pembengkakan, nyeri, kemerahan, atau rasa hangat pada salah satu kaki atau lengan. Apabila muncul sesak napas mendadak, nyeri dada, batuk berdarah, atau pingsan yang diduga berkaitan dengan bekuan darah, segera cari pertolongan medis darurat.
Peringatan Hari Trombosis Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kesehatan dan mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan penyakit. Dengan pengetahuan yang tepat, kewaspadaan terhadap gejala, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan, risiko komplikasi trombosis diharapkan dapat diminimalkan.
RSUD Pandega mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran, mengenali risiko, dan melakukan pencegahan trombosis demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
Kenali Risiko dan Cegah Trombosis, Lindungi Kesehatan ,Katanya
(Rachmat)
